Home Berita Terkini Ungkapan Guru: Terima Kasih PGRI dan Pemerintah

Ungkapan Guru: Terima Kasih PGRI dan Pemerintah

2965
8

Oleh : Emmy Juliawati, S.S (Guru SMPN 1 Jember, Jawa Timur)

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai organisasi profesi, perjuangan, dan ketenagakerjaan berperan aktif dalam pengembangan profesi guru, pembangunan pendidikan dan ilmu pengetahuan, serta kemasyarakatan. Banyak hal yang telah diperbuat PGRI dalam memberikan kontribusi di dunia Pendidikan.

Di tengah krisis pandemi Corona Virus Diseases 2019 (Covid-19), tak menghentikan semangat PGRI untuk terus bergerak dan berkomitmen memperjuangkan aspirasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan untuk mewujudkan pendidikan Indonesia yang lebih baik.

Pada tanggal 7 April 2020, merupakan sejarah bagi  PGRI dalam menggelar Rapat Koordinasi Nasional yang dilakukan secara virtual dan diikuti kurang lebih 500 peserta. Peserta terdiri dari Pengurus  PB PGRI, Ketua PGRI provinsi, Ketua PGRI kabupaten/kota, Pengurus Perguruan Tinggi PGRI, Pengurus Persekolahan PGRI, dan Pengurus APKS PGRI se-Indonesia.

Di awal rapat, Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pemerintah Bapak Jokowi Widodo yang senantiasa mendukung  upaya PGRI dalam mencegah terjadinya  penyebaran Covid-19 di Indonesia. Beliau juga memberikan apresiasi yang luar biasa kepada para tenaga medis Indonesia atas dedikasi dan komitmennya yang telah berjuang di garda terdepan saat pandemi  ini.

Pada Rakornas virtual tersebut telah melahirkan sebelas rekomendasi, di antaranya; membangun solidaritas PGRI semua tingkatan; mendampingi guru dalam pembelajaran luring dan daring; mendorong dibuatnya panduan pembelajaran luring dan daring; memastikan Pemda provinsi, kabupaten/kota memperhatikan honorer; menjaga agar honorer tetap terdaftar dan mendapat hak-haknya; mengajak lebih banyak guru menjadi anggota; mendorong praktik manajemen terbaik agar lembaga pendidikan PGRI tetap eksis, serta memperkuat, membentuk, mendorong APKS untuk membantu kesulitan guru dalam pembelajaran dari rumah.

Menjadi perhatian tersendiri bagi para guru yaitu rekomendasi PGRI terkait hak guru honorer untuk mendapatkan honor dari dana BOS yang terkendala adanya aturan dari pemerintah  untuk meniadakan syarat bahwa harus memiliki NUPTK, padahal untuk mendapatkan NUPTK itu harus memiliki SK Pengangkatan guru honorer dari Kepala Daerah. Usulan PGRI kepada pemerintah agar petunjuk teknis, khususnya dalam persyaratan menerima honor yang ber-NUPTK itu mohon dengan sangat supaya direvisi.

Seperti yang kita ketahui di lapangan bahwa keberadaan guru honorer ini memang sebuah kebutuhan. Guru honorer tetap memiliki peran dan kontribusi yang nyata bagi roda kehidupan di sekolah.

Miris rasanya ketika mereka harus menerima aturan yang demikian ini, apalagi untuk saat ini ketika bencana pandemi corona juga melanda negeri ini. Tentu saja ini akan membuat nasib para guru honorer akan semakin menyedihkan. Mereka mau tidak mau harus tetap bertahan hidup, memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Mereka punya anak dan istri yang butuh makan.

Apalagi dengan kegiatan belajar mengajar yang saat ini harus mengikuti imbauan pemerintah yaitu siswa belajar dari rumah, guru bekerja dari rumah, semakin berimbas berat sekali bagi nasib guru hononer. Karena mereka juga harus menyiapkan paketan data internet, baik untuk dirinya sebagai guru (fasilitator) dan juga anak-anaknya yang harus mengikuti pembelajaran daring, bisa via Google Classroom, via Group WA. Ditambah sejak lockdown, mereka harus berdiam diri di rumah, yang otomatis menambah permasalahan berat terkait kebutuhan sembako rumah tangga, karena semua anggota keluarga berkumpul di rumah.

Rekomendasi berikutnya adalah mendesak pemerintah untuk membayarkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) tri wulan pertama kepada para guru yang berhak menerimanya. Bunda Unifah juga menjelaskan bahwa hendaknya pemerintah tetap membayarkan gaji ke-13 dan THR kepada para guru, dosen, dan tenaga kependidikan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Bencana Pandemi sudah melanda negeri ini hampir satu bulan lebih. Sebagai guru ASN, jujur kita merasa shock berat dengan situasi yang kita hadapi saat ini. Apa pun itu, suasana di kelas menjadi hiburan bagi para guru.

Ketika kami harus dihadapkan berdiam diri di rumah, berat untuk melaksanakannya. Kami pun harus bisa mencukupi kebutuhan pokok keluarga. Selama pandemi, anak-anak guru pun mencari kesibukan dengan menghibur diri mengajak untuk memasak bersama (mencoba praktik kue, praktik masakan yang menjadi favorit gen Z, dan mencoba praktik minuman yang kekinian). Padahal harga sembako dan kebutuhan dapur seperti sayur, bumbu-bumbu, juga mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Sehari saja untuk kebutuhan belanja keluarga dengan anak satu tidaklah cukup dengan uang tujuh puluh lima ribu rupiah.

Para guru dengan keterbatasan fasilitas wifi akhirnya harus membelikan paketan data internet untuk bisa mengakses tugas-tugas pembelajaran. Guru-guru pun masih harus dihadapkan dengan kenyataan hidup, karena masih punya beban angsuran  rumah, motor, ditambah biaya listrik yang akhirnya naik karena memang pada akhirnya semua anggota keluarga berkumpul di rumah menonton televisi, menggunakan laptop dari pagi untuk memantau kelas daring  sampai menunggu siswa mengirim tugas sampai malam jam 21.00 wib.

Sudah bukan menjadi rahasia lagi jika guru-guru di Indonesia ini telah terikat hutang dengan Bank Daerah, karena memang secara realita gaji guru Indonesia relatif tidak besar.  Bersyukur bagi guru yang sudah mendapatkan TPG setiap tri wulan sekali. Semoga ke depan Bapak Jokowi Widodo bisa merealisasikan mimpi indah para guru yang mengharapkan jika TPG ini bisa dicairkan jadi satu melekat dengan gaji bulanan seperti halnya para Dosen dan guru-guru di bawah Kemenag.

Demikian ungkapan kami para guru. Semoga Bapak Jokowi diberikan kekuatan dalam memimpin Negara Indonesia menuju pendidikan yang maju dan bermutu. Terima kasih buat PB PGRI yang tak henti-hentinya memperjuangkan  nasib para guru di Indonesia. 

Hidup Guru. Hidup PGRI. Solidaritas, Yess! Siapa kita? Indonesia.

Editor: Catur N.O.

8 COMMENTS

  1. Slalu optimis dan semangat terus para pejuang tinta, jasamu tiada Tara dlm mencerdaskan anak anak bangsa, smoga Allah senantiasa memberkahi kita semua..

  2. Semangat terus guru2 di Indonesia tetap jaga profesionalisme, tetap berkompeten di tengah pandemi covid 19 karena kita adalah garda terdepan utk mencerdaskan anak bangsa. Semoga pemerintah tetap memperhatikan nasib para guru honorer Indonesia utk mensejahterakan hidupnya.
    Maju terus Indonesiaku….

  3. Semangat Bapak/Ibu guru pendidikan merupakan ujung tombak mencerdaskan kehidupan bangsa. Walaupun kita dan peserta didik belajar dari rumah karena adanya covid-19 tetap harus semangat. Semoga hak-hak kami tidak terabaikan, karena kami tetap melaksanakan kewajiban mendidik putra putri bangsa.

    • Tetap Semangat Bapak/Ibu Guru. Semoga kita semua selalu sehat. Patuhi imbauan pemerintah untuk tetap di rumah. Perhatikan selalu protokol kesehatan. Semoga badai cepat berlalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here