Home Berita Terkini Seminar Nasional APKS PGRI

Seminar Nasional APKS PGRI

166
0

Oleh: Nur Fauziah

Gedung guru di hari Sabtu, 16 November 2019 berlangsung kegiatan seminar nasional APKS PGRI. Menyenangkan, tidak kaku, serius, tapi santai. Antusias guru sangat luar biasa dalam mengikuti semnas APKS PGRI. Mereka datang dari daerah-daerah dengan jarak tidak dekat. Tidak hanya dari kota, tapi dari pedalaman Kaltim, Lampung, Kabupaten Bogor, Bekasi, Tanggerang, Cileungsi, Sukabumi, dsb.

Narasumber inti, Dr. M.Q. Wisnu Aji, SE., M.Ed., (Sesditjen GTK). Generasi alpha (2011-2025) yang lebih dibangun adalah soft skills dari pada hard skills. Siswa tidak hanya lulus dan dapat ijazah. Siswa harus dapat menemukan jalan hidupnya. Sedangkan guru harus menemukan potensi yang ada pada peserta didik.

Narasumber pertama, Prof. Dr. Eko Indrajit, tidak hadir. Akan tetapi vidionya dishare di Chanel Youtube miliknya. Manfaat coding yaitu berpikir logis, runtut, algoritmis, metodologis dan sistematis. Jika peserta didik ditanamkan untuk berpikir lima tersebut dan berbasis sistem, maka akan menjadi SDM yang cerdas. Guru harus mempunyai kemampuan baru yang inovatif. Perannya sebagai fasilitator, pelatih, dan advisor bagi seluruh peserta didik.

Narasumber kedua, Dudung Koswara, M.Pd. Penyampaiannya luar biasa. Kocak dan mengandung motivasi. Bahkan sesekali diselingi dengan nyanyian. Bagi guru yang terpenting adalah kompetensi pedagogik, bukan profesional. Kompetensi pedagogik membuat siswa pintar. Sedangkan kompetensi profesional membuat guru pintar.

Narasumber ketiga, Dr. Atrup, M.Pd. MM. Keterampilan 4C harus diimplementasikan dalam pembelajaran di kelas. Soft skills menjadi yang paling utama, karena sangat besar pengaruhnya terhadap kesuksesan. LPTK harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi abad 21.

Narasumber keempat, Dr. Jejen Musfah, MA. APKS sangat berperan dalam peningkatan kompetensi guru. Dalam APKS terdapat seminar, lokakarya, dan penulisan buku. Dengan APKS, guru lebih produktif, kreatif, dan inovatif. Guru dapat mengembangkan diri dan mencari inspirasi dari ragam keunikan dan dapat saling memotivasi.

Terakhir, seminar ditutup oleh Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd (Ketum PB PGRI) yang merupakan narasumber inti. Lembut, berwibawa dan bijaksana. Kata-katanya membuat takjub dan terngiang-ngiang di telinga. Kehalusan budi, kepekaan diri, kelembutan hati, menjaga etika, memberi penghargaan serta mendidik dengan cinta. Semua itu harus dimiliki oleh guru.

Wallahu a’lam bish-showab..

Tulisan 6
18112019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here