Home Berita Terkini Menjadi Guru Adaptif, Inovatif, dan Transformatif di Tengah Pandemi

Menjadi Guru Adaptif, Inovatif, dan Transformatif di Tengah Pandemi

1034
1

Jakarta-Suaraguru. Meski bencana pandemi melanda Indonesia, namun tidak menyurutkan langkah Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) untuk terus bergerak dan memberikan sumbangsih positif bagi dunia pendidikan. Salah satunya dengan mengadakan Webinar dan Lokakarya Daring Berseri yang berlangsung sejak 2 Mei hingga tanggal 20 Mei 2020.

Kegiatan webinar daring berseri berlangsung semarak. Ribuan guru setiap harinya mengakses berbagai materi menarik di channel Youtube PB PGRI sejak pagi hari jam 08.00 hingga berakhir pukul 21.00 WIB. Berbagai menu variatif menarik untuk disimak dan sangat bermanfaat untuk peningkatan dan pengembangan kompetensi guru. Antusiasme para pengunjung dapat dilihat dari ribuan komentar di kolom live chat maupun lonjakan subcriber yang luar biasa dalam kurun waktu dua pekan ini.

Sesi tentang Pendidikan Abad ke-21 yang disajikan oleh tiga orang guru besar

Sulit dibantah bahwa apa yang dilakukan PB PGRI begitu fenomenal. PB PGRI menjadi pelopor pelaksanaan webinar dan lokakarya daring secara berseri dengan berbagai materi menarik dan narasumber mumpuni yang terdiri dari para guru inspiratif dan berprestasi. Pemateri merupakan para praktisi pendidikan di jenjang TK, SD, SMP, SMA, hingga para guru besar universitas ternama di nusantara.

Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr Unifah Rosyidi, M.Pd bersama Ketua PGRI Smart Learning Centre and Charakter (SLCC), Prof. Dr. Eko Indrajit selaku influencer acara ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Animo peserta yang mendaftar lebih dari 15.000 orang. Panitia pun memohon maaf kepada ribuan guru yang tidak dapat mengikuti kegiatan ini dikarenakan pendaftaran telah ditutup sesuai batas waktu yang ditentukan. Untuk mengobati kekecewaan para pendidik yang belum dapat mengikuti kegiatan ini, setelah hari raya Idul Fitri 1441 H, di awal Juni 2020, PB PGRI berencana akan mengadakan webinar batch kedua.

Menurut pendapat beberapa peserta yang dikutip dari kolom live chat, mereka merasa sangat puas akan pelaksanaan webinar dan lokakarya daring berseri ini. Materinya sangat beragam dan disajikan oleh para pemateri dengan cara menarik. Antusiasme yang tinggi dan interaksi positif para peserta dapat dilihat dari begitu banyaknya pertanyaan yang dilontarkan kepada para pemateri. Dilihat dari jadwal kegiatan yang diterima redaksi, materi yang disajikan dalam webinar ini di antaranya materi utama self driving teacher, teaching new generation, literacy digital, mobile learning, E-learning design, Edutainment, Gamification, Virtual Classroom, Online Evaluation, Learning Management System, dan Guru Abad ke-21.

Selain materi utama, ada puluhan materi pendukung yang tidak kalah menarik, yaitu: Youtube untuk Pendidikan, Sekolah Tanpa Gawai?, Menulis itu Menyenangkan, Pengalaman menjadi Guru 3T, Smart apps Creator, Gawai Guru antihoaks, Kepemimpinan Kasek di tengah Pandemi, Menulis untuk Kenaikan Pangkat, Menulis Artikel Populer di Media, Dongeng Interaktif dengan Musik dan Lagu, Rahasia Penilaian dalam Genggaman, Creative Video Making, Berani Bermimpi Menjadi Guru Penerima Beasiswa di Australia, Penelitian Tindakan Kelas, Capacity Building, Kepemimpinan Kepala Sekolah yang Efektif,  Asmara Guru Pelosok, Kreatif dengan PJJ, Blended Learning, Jati Diri Guru, Guru Abad ke-21, dan Perlindungan Hukum untuk Guru, Lingkar Belajar Guru, dan Portofolio Digital untuk Siswa.

Begitu kayanya materi webinar yang disajikan, membuat para guru serasa dimanja untuk menikmati pilihan sajian yang ada. Pilihan kini ada pada guru, mau atau tidak mau memanfaatkan semua kesempatan yang tersedia untuk terus mengembangkan diri. Semua materi tentu sangat bermanfaat, selain menginspirasi juga menambah wawasan dan pengetahuan para guru.

Guru mengajarkan cara berpikir, cara bekerja (toleransi, kolaborasi, dll), dan teknologi sebagai tools of working. Guru harus mampu melumatkan materi pelajaran dengan muatan karakter atau kata lainnya mampu mentranformasikan bahasa pedagogik ke dalam komunikasi teknologi─  seperti disampaikan oleh Prof. Sunaryo Kartadinata, mantan Rektor UPI yang kini menjadi Duta Besar RI untuk Uzbekistan dan Kyrgyzkistan─ kuncinya adalah pada guru yang senantiasa mau terus belajar dan menjadi guru pemikir. Agar peserta didik menjadi pemikir dan pembelajar, maka harus dimulai dari guru yang senantiasa berpikir dan terus belajar. Melalui webinar dan lokakarya ini, PGRI telah memberikan kesempatan bagi para guru untuk terus berpikir dan belajar. Selamat belajar.

Penulis: CNO

1 COMMENT

  1. Sangat menyenangkan ikut kegiatan ini pokoknya puaslah banyak ilmu yang didapat cuma sayang tempat tugas tidak jaringan intetnet ,semua harus dikerjakan di rumah.
    Ternyata masih banyak ilmu yang belum saya kuasai semoga apa yang didapat dari Webinar ini bisa saya terapkan kepada peserta didik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here