Home Berita Terkini LPPKS Terus Meningkatkan Kompetensi Kepala Sekolah dan Pengawas

LPPKS Terus Meningkatkan Kompetensi Kepala Sekolah dan Pengawas

487
0

Peningkatan kompetensi sumberdaya manusia menjadi fokus pemerintah saat ini. Peningkatan kualitas SDM membutuhkan pendidikan yang berkualitas. Guru, kepala sekolah, dan pengawas menjadi aktor penting dalam peningkatan kualitas pendidikan selain faktor lain seperti sarana dan prasarana. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) melaksanakan berbagai program peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah. Selain program PPG dan PKP Zonasi bagi guru, Dirjen GTK sejak beberapa tahun terakhir melaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi kepala sekolah dan pengawas.

Dengan dikeluarkannya Peraturan Mendikbud Nomor 6 Tahun 2018, maka kepala sekolah menjadi manajer penting yang menentukan maju mundurnya sebuah sekolah, sehingga memerlukan standarisasi dan pengakuan profesional. Diklat penguatan kepala sekolah bagi kepala sekolah dalam jabatan maupun diklat calon kepala sekolah telah dilakukan sebuah lembaga di bawah Dirjen GTK, yaitu LPPKS (Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah) yang berpusat di Karanganyar, Jawa Tengah.

Jumlah kepala sekolah se-Indonesia (negeri dan swasta) mencapai sekitar 311 ribuan dan secara bertahap telah diberikan diklat penguatan. Di akhir tahun 2019, ratusan ribu kepala sekolah dan pengawas telah dilatih oleh LPPKS bersama LPD sebagai kepanjangan dari LPPKS. Ada sekitar 109 LPTK, LPMP, dan P4TK, sebagai LPD. Menurut Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. selaku Kepala LPPKS, pihaknya menjalankan tugas dari Dirjen GTK dan memenuhi amanat Permendikbud No. 6 Tahun 2018, agar semua kepala sekolah yang menjabat telah memiliki sertifikat pengakuan dan nomor register sebagai kepala sekolah sehingga memiliki kewenangan sebagai manajer dalam pengelolaan operasional sekolah.

Tugas yang diemban LPPKS cukup berat mengingat cakupan luasnya wilayah Indonesia. Namun sejak berdirinya di tahun 2011, tugas LPPKS termasuk sukses telah melakukan diklat penguatan kepala sekolah dan pembekalan calon kepala sekolah mencakup ratusan ribu peserta.

Mengingat tahun ini masih terdapat sekitar 74% kepala sekolah yang belum memiliki STTPP (Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan) dari jumlah keseluruhan kepala sekolah di wilayah Indonesia tercatat 311.933 orang. Melihat begitu pentingnya Diklat penguatan kelapa sekolah maka diawal Desember LPPKS membuka kelas Diklat Penguatan Kepala Sekolah kembali. Keseriusan LPPKS tercermin dalam menjalankan tugas dan fungsinya demi menuntaskan pemerataan Diklat.

Di penghujung tahun, tanggal 2 – 9 Desember 2019, dilaksanakan diklat penguatan kepala sekolah. Sebanyak 835 kepala sekolah TK hingga SMK baik negeri maupun swasta menjadi pesertanya. Kegiatan berlangsung di berbagai hotel di Solo dan sekitarnya, yaitu di Syariah hotel Solo, Paragon, Sahid Jaya, Pose In, Gran HAP, dan Riyadi Palace. Sebanyak 684 peserta merupakan kepala sekolah non PNS (swasta) dan 151 peserta kepala sekolah PNS. Sebagian besar peserta merupakan kepala sekolah swasta yang berasal dari sekolah-sekolah di bawah naungan YPLP Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia.

Menurut Medira Ferayanti, Kasi Peningkatan Kompetensi LPPKS, dari 835 peserta diklat penguatan kepsek tahap akhir di tahun 2019 ini, 91 peserta berasal dari Provinsi Jateng dan DIY dan 744 di luar wilayah Provinsi Jateng dan DIY . Medira menambahkan dalam diklat ini tidak hanya diikuti oleh kepala sekolah negeri saja, sekolah swasta juga banyak, seperti dari PGRI, Muhammadiyah, Yayasan Katolik, NU, Yayasan Kristen dan Maarif.

Suara guru, 6 Desember 2019

(CNO&Widya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here