Home Berita Terkini Kemendikbud Kucurkan Ratusan Miliar Melalui Program Organisasi Penggerak

Kemendikbud Kucurkan Ratusan Miliar Melalui Program Organisasi Penggerak

1385
2

Suara Guru – Jakarta, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah meluncurkan Program Organisasi Penggerak. Organisasi masyarakat (ormas) bidang pendidikan dilibatkan oleh Kemendikbud untuk melakukan pelatihan kepada guru dan kepala sekolah dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Kemendikbud menyiapkan dana 589 miliar untuk ormas yang terpilih pada Program Organisasi Penggerak.


“Kami mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan yang selama ini berkiprah nyata di bidang pendidikan, bergabung mewujudkan Sekolah Penggerak,” tutur Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Plt. Dirjen GTK) Supriano, di Jakarta, Senin (02/03/2020).

Program Organisasi Penggerak diharapkan membantu menginisiasi Sekolah Penggerak idealnya memiliki empat komponen. Pertama, Kepala Sekolah memahami proses pembelajaran siswa dan mampu mengembangkan kemampuan guru dalam mengajar. Kedua, Guru berpihak kepada anak dan mengajar sesuai tahap perkembangan siswa. Ketiga, Siswa menjadi senang belajar, berahlak mulia, kritis, kreatif, dan kolaboratif (gotong royong). Keempat, terwujudnya Komunitas Penggerak yang terdiri dari orang tua, tokoh, serta organisasi kemasyarakatan yang diharapkan dapat menyokong sekolah meningkatkan kualitas belajar siswa.

Kebijakan ini hadir untuk menyusul kebijakan Merdeka Belajar yang digagas oleh Mendikbud Nadiem Makarim mengganti Ujian Nasional menjadi Asesmen Kompetensi Minimum.

“Kemendikbud mendorong hadirnya ribuan Sekolah Penggerak yang akan menggerakkan sekolah lain di dalam ekosistemnya sehingga menjadi penggerak selanjutnya,” terang Supriano.

Supriano menjelaskan, program Organisasi Penggerak melibatkan sejumlah ormas dan relawan pendidikan dengan rekam jejak baik dalam implementasi program pelatihan guru dan kepala sekolah. Berbagai model pelatihan yang terbukti efektif meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa diharapkan turut mendorong kualitas guru dan kepala sekolah.

Berbagai model pelatihan yang terbukti efektif meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa diharapkan turut mendorong kualitas guru dan kepala sekolah.

“Organisasi yang terpilih akan menyelenggarakan program rintisan peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah di bidang literasi dan numerasi selama dua tahun ajaran, yaitu 2020 hingga 2022,” ujar Supriano.

Ormas terpilih akan menyelenggarakan program rintisan peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah di bidang literasi dan numerasi selama dua tahun ajaran, yaitu tahun 2020 hingga 2022 pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP). Target pelatihan ditujukan kepada 50 ribu guru dan 5.000 kepala sekolah, serta jenis pendidikan khusus/luar biasa masuk dalam jengjang target ini.

Untuk organisasi terpilih mendapatkan dana dari Kemendikbud dengan tiga tipe program, yaitu Gajah, Macan, dan Kijang. Pertama kategori Gajah mendapatkan dukungan dana maksimal Rp 20 miliar per tahun dengan sasaran lebih dari 100 sekolah. Kedua kategori Macan mendapat maksimal dana Rp 5 miliar per tahun dengan target 21 sampai 100 sekolah. Dan terakhir kategori Kijang memperoleh maksimal Rp 1 miliar per tahun dengan taeget 5 sampai 20 sekolah.

Supriano menjelaskan, penyaluran dana kepada ormas dilakukan dalam dua tahap. Tahap I sebesar 60% setelah adanya penandatanganan: Perjanjian Kerja Sama, kuitansi, pernyataan kesanggupan melaksanakan pekerjaan, pernyataan kesanggupan menggunakan bantuan pemerintah dan menyetorkan sisa dana, dan Rancangan Anggaran (RAB).

Tahap II sebesar 40% setelah ormas menyampaikan: kuitansi bukti penerimaan bantuan Tahap I yang telah ditandatangani, laporan kemajuan penyelesaian pekerjaan yang ditandatangani, dan laporan penggunaan dana Tahap I paling sedikit 80%, serta Berita Acara Serah Terima (BAST).

Dalam rangka pengendalian program dan anggaran, Kemendikbud akan melakukan pemantauan dan evaluasi untuk mengetahui kesesuaian penyaluran bantuan dengan petunjuk teknis. Hasil pemantauan dan evaluasi menjadi bahan pengambilan keputusan dan penyempurnaan program ke depan. “Semuanya kita pastikan sesuai peraturan, termasuk target dan realisasinya,” jelas Supriano.


Bagi ormas yang ingin berpartisipasi dapat melakukan pendaftaran sejak 2 Maret 2020 melalui laman resmi Sekolah Penggerak Kemendikbud hingga selambat-lambatnya sampai 5 Maret 2020. Pada 10 Maret nantinya ormas yang telah mendaftarkan diri akan bertemu dengan Dinas Pendidikan dari seluruh kabupaten, kota dan provinsi.

Kemudian tanggal 16 Maret sampai 16 Mei, Kemendikbud akan melakukan identifikasi kelayakan, evaluasi teknis dan keuangan bagi pihak yang mendaftar. Tahap verifikasi bakal dimulai tanggal 16 Mei sampai 30 Juni 2020. Dan pelatihan bisa mulai dilakukan Juni 2020 hingga Mei 2022.

Bagi relawan yang ingin terlibat dapat segera mendaftarkan diri melalui laman sekolah penggerak. Kemudian akan dihubungi Kemendikbud atau organisasi yang berpartisipasi dalam program Organisasi Penggerak untuk meminta dukungan implementasi program.

Beberapa pilihan peran yang bisa diambil relawan antara lain konsultan ahli, narasumber pelatihan, fasilitator, tutor, ahli informasi dan teknologi, fotografer, videografer, reporter, penulis konten, manajemen proyek, peneliti, dan penjamin mutu. (wdy)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here