Home Berita Terkini DITUNGGU ATURAN TERTULIS SOAL KREATIVITAS GURU

DITUNGGU ATURAN TERTULIS SOAL KREATIVITAS GURU

450
0

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Salam Sejahtera, Shalom, Om Swastiastu, Namo Budhaya, Salam Kebajikan.

Terima kasih kepada pemerintah Republik Indonesia yang telah menghargai perjuangan para guru, pendidik formal/non formal, dan tenaga pendidik kependidikan dengan menetapkan tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional (HGN). Peringatan HGN mengambil momentum ketika pada 25 November 1945 puluhan organisasi guru yang berbeda paham dan golongan sepakat untuk melebur menjadi satu sehingga lahirlah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Tanggal itu sekaligus Hari Ulang Tahun PGRI yang tahun ini berusia 74 tahun.

PGRI hadir sebagai wadah perjuangan guru, pendidik dan tenaga kependidikan, yang memperjuangkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berperang melawan kebodohan dan keterbelakangan, serta berkhidmat memajukan pendidikan nasional. Sebagai rumah besar perjuangan guru, pendidik, dan tenaga kependidikan, PGRI terus bergerak, mengabdi, dan memperbarui diri agar senantiasa adaptif dan responsif terhadap perubahan.

Mengambil momentum HGN, PGRI menyampaikan penghargaan dan apresiasi tinggi terhadap visi Presiden Joko Widodo dan Wapres KH Ma’ruf Amin, yakni “Mewujudkan SDM Unggul Indonesia Maju”. Visi Presiden ini kami maknai sebagai pentingnya pendidikan dalam memajukan bangsa di tengah kancah global. Meletakan pendidikan dalam pembangunan bangsa berarti menghargai keutamaan guru. Untuk itu, sudah seharusnya perhatian terhadap guru menjadi sangat penting mulai dari pemenuhan kebutuhan guru, profesionalisme, kesejahteraan, pelatihan, hingga perlindungan guru.

Kebijakan pemerintah yang mendorong kreativitas guru di dalam kelas seperti disampaikan Mendikbud Nadiem Makarim, juga sangat kami apresiasi karena pada dasarnya potensi setiap siswa berbeda dan kondisi lingkungan masyarakat juga sangat beragam. Meski demikian, kebijakan ini membutuhkan aturan tertulis segera agar guru tidak disalahkan saat melakukan tindakan tersebut.

Kami menyadari, di tengah kemajuan teknologi dan informasi, ruang kelas bukan lagi satu-satunya ruang untuk belajar. Guru juga bukan lagi satu-satunya sumber informasi dan ilmu pengetahuan bagi siswa. Meski demikian, bagaimana pun majunya teknologi dan informasi, sejatinya guru tidak akan pernah bisa digantikan oleh teknologi. Hal ini mengandung makna bahwa guru profesional dan berintegritas menjadi sangat penting, bahkan menjadi hal utama.

Peran guru di era digital juga berubah, karena guru harus mampu menjadi fasilitator pembelajaran yang menarik, sehingga bisa menantang rasa ingin tahu siswa serta mampu mendorong siswa untuk menjadi pembelajar mandiri sepanjang hayatnya. Kesadaran seperti inilah yang harus terus-menerus ditanamkan pada guru  dalam menjalan tugas utamanya sebagai pendidik dan pengajar. Guru selain mencintai pekerjaannya dan mengabdikan diri bagi kemajuan peserta didik, juga harus terus meningkatkan kualitas diri dan harus terus berinovasi.

Di sisi lain, PGRI juga menyadari tugas guru tidaklah mudah karena guru harus menjadikan ilmunya sebagai penerang hati dan kemanusiaan, serta sadar bahwa perilakunya dijadikan contoh oleh siswanya. Selain itu guru juga harus mampu memperlakukan peserta didik setara tanpa membedakan latar belakang apapun, menjaga

toleransi atas perbedaan siswa, merawat kasih sayang bagi pertumbuhan pribadi positif peserta  didik,  tidak  mudah  mengeluh,  serta  menjadikan  ruang  kelas  sebagai  tempat

perubahan. Inilah guru zaman kini dan zaman mendatang yang dibutuhkan bagi kemajuan bangsa untuk menciptakan Indonesia Unggul.

Pada peringatan Hari Guru Nasional ini, PGRI juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang terus berkomitmen memberikan perhatian pada peningkatan kesejahteraan guru honorer di daerah, serta memberikan kesempatan setara kepada semua guru tanpa membedakan status mereka. Dengan adanya pembagian kewenangan guru di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, adalah bijaksana apabila mereka diberi perhatian yang baik untuk meningkatkan kapasitas profesi mereka.

Kepada pemerintah dan pemerintah daerah, PGRI adalah mitra strategis untuk menjalin kerja sama. Oleh karena itu sudah selayaknya jika terjalin sinergi optimal dalam menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan secara arif dan bijaksana untuk mencapai cita-cita pendidikan nasional bermutu.

Puncak perayaan HGN tahun 2019 dan HUT PGRI ke 74 akan dilaksanakan di Stadion Wibawa Mukti Kabupaten Bekasi pada 30 November 2019. Menurut rencana, Bapak Presiden Ir. H. Joko Widodo akan menyampaikan amanatnya kepada para guru.

Billahi Taufik Walhidayah,Wassalmu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Om santi-santi Om.

Jakarta, 25 November 2019

Ketua Umum Pengurus Besar  PGRI,

.

Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd NPA. 09030700004

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here