Home Berita Terkini Dirjen GTK Baru, Rasa Guru!

Dirjen GTK Baru, Rasa Guru!

7667
33
Iwan Syahril, Dirjen GTK Kemendikbud RI
Oleh : Dudung Nurullah Koswara (Ketua Pengurus Besar PGRI, Praktisi Pendidikan)

Hari ini saya dikirimi sebuah info oleh seorang guru berprestasi, aktivis, dan salah satu pengurus besar PGRI,  saudara Catur Oktavian. Ia mengirimkan gambar seorang pejabat baru Dirjen GTK (Guru Tenaga Kependidikan) yang bernama Iwan Syahril.  Saya sungguh tertarik mengenali siapa Iwan Syahril, sosok muda hebat ini?

Iwan Syahril adalah seorang pendidik yang lahir dari keluarga guru dari Kota Padang, Sumatera Barat. Ia adalah putra sulung dari pasangan Syahril Kasim dan Syafrida yang merupakan keturunan Minangkabau. Ayahnya seorang guru bahasa Inggris yang sangat populer di Kota Padang di tahun 1960-1990 an. Anak guru?

Saya  selalu punya ekspektasi bila seorang pejabat di dunia birokrasi pendidikan memiliki latar belakang sebagai guru. Dirjen guru berlatar belakang keluarga guru dan pernah berprofesi sebagai guru tentu baik. Ia akan menjadi pelayan publik dengan latar belakang yang Ia geluti.  Seorang Dirjen GTK menurut guru Catur Oktavian, haruslah berasa guru.

Kita lihat sepintas rekaman masa lalu Dirjen GTK yang baru. Sosok Iwan Syahril sampai SMA, belajar di Padang.  Pendidikan S-1 Hubungan Internasional Unpad Bandung. Sempat mengenyam pendidikan S-2 Bahasa Inggris di UPI. Selanjutnya, melanjutkan studi program master di Teachers College, Columbia University New York City, Amerika Serikat.  Pendidikan S-3 Kebijakan Pendidikan, Michigan State University, Amerika Serikat. Kemudian ia sempat menjadi staf khusus di Kemdikbud.

Sebelumnya, Iwan Syahril  pernah menjadi guru bantu di WL McLeod Elementary School di Vanderhoof, British Columbia di Kanada sebagai bagian dari program Pertukaran Pemuda Indonesia Kanada (PPIK) di tahun 1996. Ia pun  mengajar berbagai kelas di 5 sekolah dasar, 1 Sekolah Menengah Pertama, dan 1 Sekolah Menengah Atas di Scarsdale, New York, Amerika Serikat.

Iwan Syahril  pun punya pengalaman sebagai  co-founder dan peneliti pada Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan dan dosen Fakultas Pendidikan, Sampoerna University. Ia memiliki dua gelar Doktor dan dua gelar master. Ia memiliki pengalaman bekerja selama lebih dari 21 tahun di bidang pendidikan di Amerika Serikat, Indonesia, Kanada, termasuk mengajar di program pascasarjana keguruan di Michigan State University.

Dalam tulisannya di Kompasiana berjudul “Guru Berkualitas, Narasi Kebudayaan, & Pengalaman Menjadi Siswa”, ia menuliskan: “Dalam konteks pemahaman ilmu pendidikan yang telah jauh berkembang saat ini, menjadi guru berkualitas sangat tidak mudah.  Singkatnya kita sudah bergeser dari pemahaman konsepsi pembelajaran dan pengajaran yang mekanik (teacher-centered) ke konsepsi pembelajaran dan pengajaran yang dinamis dan kompleks (student-centered)”.

Bila kita terjemahkan substansi pemikiran “Pak Dirjen GTK” ini, ia mengatakan bahwa guru dahulu adalah “tukang ngajar” dan guru masa kini adalah “Guru Tukang Belajar” yang artinya harus adaptif menghadapi tuntutan dinamika dan kompleksitas sosial dan ragam potensi anak didik. Guru punya peran “menampilkan anak” bukan “mainstream” tampil dominan di depan anak didik.

Ada satu persepsi menarik yang ia soal. Ia mengatakan: “Untuk menjadi orang yang mendidik dan mengajar, tak perlu harus masuk sekolah guru atau universitas jurusan pendidikan. Tak perlu sekolah guru atau masuk jurusan pendidikan. Calon guru cukup diberi pelatihan “seperlunya” saja. Menurutnya paradigma ini akan melahirkan guru mekanik, tukang ngajar!

Dalam tulisan yang lainnya, ia pun mengutip pendapat Ki Hajar Dewantara yang mengatakan, “Bebas dari segala ikatan, dengan suci hati mendekati sang anak,  bukan untuk meminta sesuatu hak, melainkan untuk berhamba pada sang anak.” Student-centered adalah sebuah istilah yang subtsansinya adalah “berhamba pada anak didik”.

Semoga sejumlah informasi dan pemikiran Dirjen GTK yang baru  dalam tulisannya dapat menjadi informasi bagi para guru mengenali dirinya. Setidaknya para guru berharap setiap Dirjen GTK siapa pun namanya, darimana pun datangnya, semoga “Sayang Pada Entitas  Guru”. Apalagi Iwan Syahril adalah anak seorang guru, semoga Ia bertipe teacher centered. “Berhamba Kepada Guru”.

Sejumlah persoalan guru akan menjadi pekerjaan kompleksnya. Jangan lupa nasib “Guru Honorer” segera dituntaskan! Bila Pak Dirjen mengatakan guru harus berhamba pada anak didik (student centered), maka kami berharap Pak Dirjen melayani para guru lebih baik lagi dari dirjen-dirjen sebelumnya!

Bapak baik pada kami, maka kami jutaan guru akan mendoakan kebaikan untuk Bapak. Jika Bapak kurang baik pada kami, maka kami akan doakan Bapak bisa berubah menjadi yang terbaik! Doa guru adalah doa yang bisa dimanfaatkan untuk keberkahan keluarga para pejabat! Sukses adalah melayani atau menghamba pada publik yang menjadi layanan prioritas, sesuai garapan.

Editor: Catur N.O.

33 COMMENTS

  1. Titip pesan pak Dirjend … jangan jadikan guru sbgai batu loncatan seseorng jadi ASN tanpa dasar apa2. Setelah 2-3 thn pindah ke syruktufral … kapan pendidikan berkiualitas?

    • Semoga memberikan angin segar. Saya tertarik dengan profilnya napak Dirjen GTK yang baru. Berlatar belakang Guru. Dan orang tuanya juga seorang pendidik. Yang menarik bagi saya adalah Bahasa inggris… karena kami punya background yang sama. Tapi sayangnya sejak Kurikulum 2013 bahasa Inggris untuk tingkat SD ditiadakan. Saya salah satu guru yang kena dampak twrsebut. Saya latar belakang guru bahasa inggris dan mengajar di sekolah dasar sejak adanya kurikulum 2013 maka saya di sertifikasikan ke guru kelas SD. Dan saya pun menerima sertifikat pendidik saya sebagai guru kelas. Sejak itu saya pindah jenjang ke SMP supaya saya bisa mengajar bahasa inggris. Dari sejak 2014 atau saat sertifikat pendidik saya saya terima sampai saat ini saya sertifikasi saya terblokir. Mohon kepada redaksi SG supaya menyampaikan permohonan saya ke beliau syukur-syukur kalau blokirnya bisa terbuka. Terima kasih…

      • Terima kasih responnya ibu. Ibu bisa menyelesaikan permasalahan ini ke Unit layanan cepat di GTK Kemendikbud. Coba telusuri infonya dan sampaikan di kemendikbud.go.id

  2. Pengurusan NUPTK agar di permudah mulai tahun 2012 sampai sekarang ada yang belum.punya nuptk jaman dulu langsung di data

  3. Pengurusan NUPTK lebih di permudah ada guru mulai th 2012 sampai 2020 belum juga terbit jaman dulu langsung di ajukan langsung terbit hanya nunggu bbrp bulan

    • Semoga Tunnjangan Sertifikasi guru secepatnya di cairkan .dalam keadaan covid 19 ini sunhguh banuak pengeluaran bahi kami.

    • Tolong pak dirjen usahakan kembali pendidikan diambil alih atau ditangani pusat. Kalau tidak pendidikan gak kan pernah maju pak. Daerah menjadikan sektor pendidikan sebagai komoditi politik. Kepsek diangkat berdasar kedekatan bukan prestasi dan kompetensi…kapan majunya pak???
      Kalau daerah yang urus SD dan SMP yang muncul malah kesenjangan pemerataan kwalitas pendidikan satu daerah dg daerah lainnya..semoga curhatan ini jadi perhatian pak..

  4. Terucap selamat untuk pak Dirjen dan titip pesan ke beliau, semoga sertifikasi guru produktif honorer smknegeri bisa dicairkan, aamiin yaa rabbal allamien karena secara materi,belasan juta sudah kami gadaikan.

  5. Berharap kebijakan pemerintah untuk memberi kepastian nasib para guru honorer agar dapat menjalani amanah profesinya dengan nyaman, penuh dedikasi, dan bermartabat. Kembalikan marwah guru sebagai sebuah profesi layaknya profesi lainnya di negeri ini. Bagaimana mungkin kita akan membangun SDM, jika para pelaku pendidikan masih berseteru dengan ketidakpastian status profesinya.

  6. Orang-orang pendidikan pasti prosedural, bekerja sesuai kebiasaan birokrasi, sulit berfikir out of the box, walau keinginannya ingin merealisasikan semua keinginan guru sesuai profesinya dulu. Tapi itu mustahil, melihat orang-orang dari kalangan pendidikan sebelumnya yg menjadi pejabat ya gitu-gitu aja kebijakannya, ga ada terobosan.

  7. Mohon diperthatikan kekurangan kebutuhan guru dan kasek di Kab/kota, yang bebannya sampai berlebih (guru mengajar lebih dari 40 jam termasuk tugas tambahan, kasek banyak yg merangkap sekolah lain)
    Sementara berdasarkan PPDB Zonasi pusat dn daerah terus mendorong sekolah agar menerima peserta didik baru sebanyak-banyaknya.
    Dg kata lain tugas PTK sdh OVERLOAD

  8. Selamat pak dirjen saya bangga sekali atas nm pencapaian bapak saya. juga orang Padang Pariaman Sri Geringging propesi saya sebagai guru paud semenjak mulai2012 _ sekarang belum keluar NUPTK saya ..semoga bapak lebih sukses kedepanya .

    • Selamat bapak Dirjen semoga bapak amanah dan selalu dalam lindungan Allah SWT.saya guru PAUD kenapa setiap ada pengambilan CPNS utk farmasi guru PAUD selalu g ada semoga dengan bapak Dirjen yang baru dapat memperhatikan nasib kami sebagai guru paud

  9. titip buat bapak dirgin gtk.
    perhatikan nasib operator sekolah, katanya operator sekolah jadi jantung sekolah, bukti nya kami selulu di sepelekan, kami kerja siang malam untuk kesejahtraan sekolah, untuk kesejahtraan guru yg bersertifikasi, tapi kami kurang sejahtra, data pengen valid, kehidupan kami tidak valid2.
    tolong pertimbangkan nasib operator sekolah terutama yg di swasta!.

  10. Selamat bapak,semoga membawa perubahan yang lebih baik. Titip pesan atas nasib guru honorer SMKN, dimana kami sudah menempuh PPG tapi untuk pencairan tunjangan sertifikasi profesi tidak dapat dilakukan karena terbentur beberapa aturan. Selain itu bagaimana dengan nasib kami ke depannya, adakah harapan untuk menjadi ASN, mengingat kebutuhan akan guru produktif sedemikian banyak dan di ampu oleh guru-guru muda. Terimakasih, semoga kita amanah atas hak dan tanggung jawab kita.

  11. Selamat dan semoga bisa amanah dlm menjlnkan tugas baru ini. Dan mohon untuk segera diterbitkan mekanisme tunjangan fungsional guru bukan PNS 2020

  12. Selamat utk pak dirjen semiga amanah dlm mengemban jabatan. kami sangat berharap kpd bapak utk lbh memperhatikan guru honorer, krn biar bagaimanapun mereka telah ikut berjuang dlm mencerdaskan anak bangsa dg ikhlas walapun dg imbalan yg jauh dr kata cukup. Ini sdh menjadi ujian tersendiri bagi mereka walaupun kadang ada yg mengatakan utk diangkat menjadi ASN hrs ikut ujian, apakah yg sdh dilakukan para guru honorer selama bertahun-tahun masih kurang sbg sebuah bentuk ujian. Demikian mudah”an mendapat perhatian dan para honorer bisa sgr mendapat kepastian hukum utk diangkat menjadi ASN. Terima kasih

  13. Selamat pak Dirjen yang baru, mohon diperhatikan guru honorer di sekolah negeri pak untuk bisa ikut & mendapat tunjangan sertifikasi seperti guru honorer yang di sekolah swasta. Saya sdh 10 thn lebih mengajar di sekolah negeri, sdh memiliki NUPTK, bahkan ada yang sdh memiliki Serdik, boro2 diangkat PNS, ikut sertifikasi saja tdk bisa karena terbentur aturan, Padahal tugas & tanggung jawab kami sama.

  14. Titip pesan ke Pak Dirjen, profesi Guru adalah profesi yang tidak tergantikan (khususnya SLTA) karena itu pengadaan guru tidak bisa ditunda, perhitungan kebutuhan guru di satuan pendidikan harus digunakan sebagai acuan bukan berdasar pada rasio guru dan murid belaka, kebijakan pengangkatan guru honor atau guru pengganti harus di rencanakan dengan jelas jika ingin pendidikan berjalan sebagaimana yang diinginkan, bukan menutup peluang pengangkatan guru honor, semoga mendapat perhatian yang serius terima kasih

  15. Pak Dirjen bantu kami GTT sekolah negeri di Kabupaten Cilacap yang sudah bersertifikat pendidik untuk bisa mendapatkan SKTP seperti rekan kami dari Kabupaten lain yang sama seperti kami
    Kami mendapatkan serdik tahun 2019 melalui jalur PPG Daljab. Mayoritas dari kami SK KS dan Komite. Info GTK kami sudah valid. Kami hanya mendapatkan Surat Perintah Tugas dari Dinas berdasarkan PERBUP. Apakah ini belum cukup pak untuk bisa mendapatkan TPG ? Mohon solusi terbaik bagi kami. Terimakasih banyak atas solusinya nanti.

  16. Pak Dirjen bantu kami GTT sekolah negeri di Kabupaten Cilacap untuk bisa mendapatkan TPG. Kami sudah memiliki serdik melalui program PPG Daljab. Rekan kami di Kabupaten lain, mereka sudah dalam proses generate SKTP bahkan ada yang sudah turun si Sukoharjo. Status honor kami ada yang honor sekolah ada pula yang APBD. SK kami pun ada yang dari KS dan ada pula dari komite sekolah. Kami hanya mendapatkan Surat Perintah Tugas dari dinas atas Perbup. Apakah dengan SPT kami tidak bisa mendapatkan TPG ? Mohon solusi bagi kami. Terimakasih

  17. Kami juga berharap anak guru ASN juga dipermudah untuk nenjadi guru ASN,supaya bisa meneruskan perjuangan orang tuanya.

  18. Harapan ada trobosan baru agar supaya guru guru tidak di jadikan komoditi politik di daerah alangkah bijak apabila guru di kembalikan ke pusat supaya tidak memperpanjang birokrasi ketika pengurusan pencairan TPG dan tamsil

  19. Saya suka dengan komen Berani Out Of The Box ? Jika Dirjen berani. Guru guru yang bukan milenial lagi harus berani Out The Box ! Berubah, karena dunia terus bergerak dan berubah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here