Home Berita Terkini Diklat Penguatan Kepala Sekolah: Suatu Pencerahan Bagi Kepala Sekolah

Diklat Penguatan Kepala Sekolah: Suatu Pencerahan Bagi Kepala Sekolah

606
0
Peserta diklat penguatan kepala sekolah dari LPPKS

Kegiatan Diklat Penguatan Kepala Sekolah yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) di Surakarta hari ini memasuki hari ke-6. Seluruh peserta diklat terlihat masih semangat dan antusias mengikuti pelatihan. Senyum sumringah mengembang dari wajah peserta saat mereka menerima materi yang disampaikan oleh pelatih.

Para Peserta Diklat Penguatan Kepala Sekolah Tekun Mengikuti Kegiatan.
Sumber foto: Catur N.

Dari 71 JP (jumlah jam Pelatihan) sudah hampir 60% materi disampaikan kepada peserta diklat. Menurut salah satu peserta diklat, kepsek sekolah PGRI dari Provinsi Lampung, Rasyid, yang mengatakan sangat senang dan bangga mendapatkan kesempatan mengikuti diklat penguatan kepala sekolah ini. Sebab setelah sekian lama ia menjabat sebagai kepala sekolah (kurang lebih 12 tahun), belum pernah mengikuti kegiatan pelatihan semacam ini.

Para Peserta Bekerja Secara Kolaboratif Dibimbing Para Fasilitator
Sumber foto: Catur N.

Ketika di awal pelatihan berlangsung Rasyid sangat bingung mengenai materi-materi yang disampaikan oleh pengajar. Hal yang disampaikan tidak pernah ia terapkan di tempat bertugas, selama ini di sekolahnya hanya copy paste dari tahun sebelumnya tidak ada perubahan yang terjadi.

Terkait dengan peningkatan mutu penguatan kepala sekolah, dirinya mendapatkan banyak informasi dan pengetahuan mengenai kemampuan manajerial, supervisi, kewirausahaan, sosial, dan kepribadian merupakan hal wajib yang harus dimiliki oleh kepala sekolah.

Dengan bertambahnya informasi setelah mengikuti Diklat penguatan kepala sekolah, Rasyid akan mengaplikasikan dan mengembangkan potensi di sekolahnya. Ia juga menjelaskan akan mengadakan perubahan sesuai dengan Diklat penguatan kepala sekolah ini demi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

Bukan hanya di sekolah Rasyid saja kemampuan manajerialnya masih minim, di beberapa sekolah lainnya ternyata memiliki permasalahan serupa, meski tak sama. Hal tersebut dikatakan oleh peserta Diklat, Tia Prasetia dan S. Berryl. Menurut mereka banyak manajemen sekolah belum tertata rapi, kelemahan sekolah pun jadi terlihat sejak mengikuti pelatihan ini.

“Dengan suasana kelas yang nyaman, pengajar sangat kompeten menguasai materi, pelatihan terasa menyenangkan dan tidak membosankan. Terlebih kami tidak mengeluarkan biaya untuk diklat ini, seluruh pembiayaan dibiayai oleh DIPA LPPKS Tahun 2019. Kami cukup menyiapkan diri lalu menyerap dan menggali informasi agar setelah selesai penutupan Diklat Penguatan Kepala Sekolah pada 9 Desember nanti dapat mengaplikasikan langsung di sekolah”, ujar Tia dan Berryl.

Surakarta, 6 Desember 2019

Widya_CNO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here