Home Berita Terkini Bubarkan Pengawas Sekolah!

Bubarkan Pengawas Sekolah!

5983
8


Oleh: Dudung Nurullah Koswara
(Ketua PB PGRI)

Menarik sebuah narasi masuk melalui japri ke WA Saya. Ada sebuah tulisan dari salah satu ketua umum organisasi profesi guru. Katanya setelah pertemuan dengan Nadiem Makarim. Saya meragukan tulisan itu asli atau bukan. Mengapa? Karena saat ini hoaxs bisa dengan mudah menyebar kemana-mana dan bisa menjelekan seseorang atau nama sebuah organisasi profesi guru.

Bagi Saya semua organisasi profesi guru adalah saudara. Sama-sama bersaing sehat dan kawan berpikir yang baik. Namun bagi Saya narasi WA yang tersebar tidak yakin dari seorang ketua umum organisasi profesi. Mengapa? Karena ada 10 hal yang tidak elok. Konon katanya disampaikan pada Mendikbud.

Pertama ada pelajaran yang dianggap tidak penting diantarnya yakni pelajaran sejarah. Padahal dalam Nawacita Presiden Jokowi ada dua mata pelajaran yang dianggap penting diantaranya pelajaran sejarah kebangsaan. Negara-negara maju menjadikan sejarah sebagai media pembelajaran yang penting karena terkait identitas bangsa dan nasionalisme.

Kedua terkait jumlah mata pelajaran di SMP dan SMA dikurangi menjadi maksimal 5 atau 6 mata pelajaran. Ini bisa menimbulkan masalah bagi guru-guru pengampu mata pelajaran tertentu yang dianggap tidak penting. Pelajaran dikurangi jam saja sangat mengagnggu para guru yakni kekurangan jam. TPG tidak cair. Apalgi bila mata pelajaran dihapus.

Ketiga terkait siswa SMK dengan sistem SKS dimungkinkan sekolah selesai 2 tahun atau 4 tahun bagi yang lambat. Ini pun sangat tidak elok. Akan ada sejumlah anak SMK yang lulus 4 tahun. Padahal anak SMK kebanyakan lahir dari keluarga menengah ke bawah. Bila lulus melintasi 4 tahun biaya dan kesempatan kerja akan makin lambat. Plus stigma negatif bagi yang lulus 4 tahun.

Keempat terkait “JABATAN PENGAWAS DIHAPUSKAN”. Ini paling menarik makanya jadi judul tulisan Saya. “Keberadaan pengawasa sekolah bisa diabaikan” Tulisan ini sangat menyakiti perasaan para pengawas sekolah. Ini sangat tak elok. Justru menurut Saya pengawas sekolah itu sangat penting saat ini. Mereka dapat “mengontrol” kinerja, kualitas dan kompetensi guru dan para kepsek.

Kelima, ah selanjutnya Saya tak mau mengomentari. Mengapa? Karena Saya ragu dan sedikit meyakini narasi itu adalah hoaxs. Masa organisasi profesi guru merugikan guru? Merugikan para pengawas. Seolah menyuruh, “Bubarkan pengawas Sekolah”!

8 COMMENTS

  1. Sebaiknya pengawas sekolah diberikan peran utama bukannya dibubarkan. Seperti di Sekolah USA pengawas sekolah memiliki peran yang strategis dalam penjaminan mutu. Dia hampir setiap harii berada d sekolah melaksanakan supervisi manajerial dan akademik.

  2. Pengawas atau guru

    Usulan IGI sebetulnya bukan menghilangkan atau membuang posisi pengawas sekolah. Yang kita maksudkan bahwa jika guru (pns) belum terpenuhi untuk apa mengalihkan guru jadi pengawas. Itu poin 1.
    Lalu, jika guru di suatu sekolah kurang, bahkan ada sekolah yg tidak ada guru, untuk apa ada pengawas? Siapa yg akan diawasi. Maka alihkan kembali pengawas itu menjadi guru dan fungsi serta peran pengawasan dilaksanakan oleh kepala sekolah dg cara memaksimalkan tugas kepala sekolah yg tidak lagi ada beban mengajar. Kepala sekolah sekarang kan hanya dfokus pada kerja2 manajerial sesuai dg permendikbud…..(udah pada hafal kan😁).
    Jadi yang IGI tawarkan ini solusi. Para pengawas tentu ada yg marah karena merasa (mungkin) jabatannya dianggap tidak dioerlukan lagi. Padahal yang sebenarnya kita mau fokus pada kecukuoan guru PNS di kelas. Tapi kalau pengawas mau memahami betapa guru yg dibutukan belum terpenuhi, mestinya ada pengawas yg mau menjadi guru kembali.
    Secara sederhananya begini, untuk mencukupi guru PNS, bila pemerintah belum sanggup nambah anggaran untuk mengangkat guru PNS baru, maka bisa meminta bantuan pengawas agar mau menjadi guru lagi. Jadi ada solusi jangka pendek untuk mengatasi kekurangan guru.
    Selain itu, pengawas memang perlu mengajar kembali. Kenapa? Kalau ada pengawas yg diangkat tahun 2012, saat ini pengawas tersebut butuh pengalaman mengajar lagi. Karena kurikukum yg digunakan sudah berubah. Pengawas harus membina guru dan kepala sekolah yg menerapkan K13 sementara pengalaman pengawasnya belum K13. Jadi bolehlah diangkat pengawas baru dengan pengalaman baru apabila guru sudah cukup atau lebih.
    Satu lagi, sebaiknya jika memang betul2 dibutuhkan pengawas, anhkat pengaqas dari unsur kepala sekolah, jangan dari guru langsung. Supaya nantinya pengawas bisa membina guru dan juga kepala sekolah. Kalo dari guru langsung mjd pengawas biasanya akan kesulitan saat membina kepsek.
    Demikian menurut pemhaman saya terhadap isu jabatan pengawas dalam usulan IGI kemarin. Semua dalam rangka mencukupkan guru.

    Peureulak, 8 rabiul awal 1441 Hijriah/5 November 2019
    Nurdin, S.Pd. M.A. (babe)
    Mantan Pengawas SMP/SMA/SMK Aceh Timur (2009 s.d 2015)
    Kepala SMKN Taman Fajar Peureulak

  3. Saya mendapatkan bekal pengetahuan tentang kepengawasan sekolah di OHIO STATE UNIVERSITY Dan dibiayai oleh Negara, rasanya perlu meniru yg baik, bukan menghalalkan segala cara untuk kepentingan pribadi. Maaf anda yg mewacana “bubarkan Pengawas Sekolah” tidak paham dengan hakikat kerja Pengawas Sekolah.

  4. Apapun masukan yang disampaikan dari a.n organisasi man_pun bukan berarti saerta harus diakomodir, smuanya perlu dikaji dan dianalisa. Apalagi masukan yang irasional , betul kata Bapak Dudung, masa organisasi guru membunuh karakter guru sendiri yang notabene selama ini eksistensi guru senantiasa diperjuangkan !
    Mudah mudahan Bapak Mendikbud yang baru akan lebih menyikapi berbagai aspirasi dengan lebih bijak.
    Pengawas Sekolah keberadaannya harus lebih diperkuat sehingga perannya betul betul dirasakan oleh guru maupun kepala sekolah.

  5. Mendikbud yang baru membuka ruang bagi organisasi pendidikan tentunya bukan berarti semua masukan serta Merta akan diakomodir, sudah barang tentu akan dikaji dan dianalisa secermat mungkin
    Betul kata Bapak Dudung, masa organisasi guru membunuh karakter guru sendiri.
    Pengawas Sekolah justru eksistensinya harus lebih diperkuat, yakinlah guru dan Kepala Sekolah sangat membutuhkan peran pengawas Sekolah !

  6. Mungkin penyeleksian Pengawas Sekolahnya yg lebih perlu dikritisi, terkadang ada guru yg blm pernah menjabat kepsek atau jadi kepsek juga pernah atau tdk/sudah berapa kali mengakreditasikan sekolahnya tau2 jadi pengawas dan bertugas membina dan membimbing kepsek berikut guru2nya, membina sekolah tdk cukup dgn ilmu2 teori yg bersangkutan harus benar2 sdh merasakan dan mempunyai pengalaman yg sudah mumpuni sebagai kepsek barulah ia benar2 dapat menjadi motivator yg baik dalam membina sekolah2.

  7. Klo benar ketua PB PGRI menyampaikan keinginan membubarkan Pengawas sekolah muncul pertanyaan ada apa dan mau apa
    Mungkin ybs merasa terusik krn tidak melaksanakan tugas pokok
    Mungkin ybs ingin punya tambahan penghasilan
    Trims

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here