Home Berita Terkini “Arogansi Kebijakan”

“Arogansi Kebijakan”

221
0

Oleh : Abd. Wahid

Ketua PGRI Kab. Nunukan

Luka hati Oemar Bakri masih saja berlanjut tanpa henti, seolah ulah ini merupakan warisan budaya yang sudah mengakar di kalangan sebagian elit politik, apakah ini takdir atau kedzaliman? hanya Tuhan yang tau.

Oemar Bakri adalah sekelompok manusia MULIA, sungguh mulia. Pagi hari ia bergegas mengejar waktu tanpa peduli anak dan keluarga yang ditinggalkan di rumah, untuk mengasuh anak yang sudah dititipkan untuknya, ia sadar dengan tanggung   jawabnya, ia peduli dengan nasib anak bangsa ke depan, walaupun nasib diri dan keluarganya tak terhiraukan

Di akhir triwulan tidak jarang mendapatkan keluhan dari keluarganya karena ketidakmampuannya menafkahi keluarga dan anaknya dari upah yang diterimanya di sekolah yang tak seberapa, kepulan asap dapurnya tidak setebal dengan tetangganya yang bekerja di perusahaan ataupun kantor lain, namun tekad dan semangatnya terus saja membakar jiwanya mengabdi untuk negeri sampai usianya senja.

Deretan regulasi yang semakin menodai hatinya, seolah ia dianggap tiada, Buka MATAMU, pandanglah di sudut kelas yang nun jauh di sana, sunyi, jauh dari keramaian, gelap gulita tanpa penerangan, maka engkau akan melihatnya ia berdiri tegak, kokoh, mengisi ruang kelas kosong tak berpenghuni.

Kemuliaan oemar bakri (Honorer) hadir mengisi kekosongan dalam kelas semata-mata untuk anak negeri, keiklasan dan ketulusannya membuat siswa semakin semangat meraih masa depan yang cerah, walaupun diupah tak seberapa namun jiwa dan raganya tetap saja memapah anak negeri, kemuliaan dan kekokohannya tidak lagi diragukan ia lah oemar bakri sejati.

Tiba saatnya perekrutan CPNS, disana sini selalu disibukkan dengan urusan pemberkasan dan pendaftaran, senang dan berharap mendapat peluang  bergabung Kors Pegawai Republik Indonesia, namum si oemar bakri diusia senja  tidak lagi mendapatkan peluang, karena arogansi kebijakan PP Nomor 11 Tahun 2017 yang membatasi usia diatas 35 tahun.

Tidak mendapatkan NUPTK dan sertifikasi karena tidak di SK kan oleh pemerintah daerah, upah yang tak seberapa membuat perutnya semakin menjerit, medan yang sunyi senyap  selalu membuat hatinya gundah, ditambah lagi dengan Hadirnya PP No. 11 Tahun 2017  yang membatasi usianya mendapatkan peluang bergabung pada KORPRI sebagai pelengkap derita oemar bakri

Ketulusan dan keikhlasan hati oemar bakri ternyata dibalas dengan suka-suka hati, luka bertumpuk luka tanpa henti tapi tak membuat hatinya goyah untuk anak negeri.

Pantauan penulis, Deretan antrian panjang seragam korpri meminta mutasi dan bersiap meninggalkan negeri yang sunyi, tanpa menghiraukan nasib  anak negeri di pojok kelas yang sunyi, tidak lagi peduli dengan kebenaran namun selalu mencari pembenaran untuk mengait kebijakan demi meninggalkan negeri yang sunyi, putuslah harapan anak negeri.

Memilih mengabdi di daerah 3T hanya kebohongan belaka, tidak didasari  dengan ketulusan hati dan jiwa, seolah hanya batu loncatan bagi oknum oemar bakri yang senang loncat sana sini, sampai ia kembali ke daerah asalnya, ratusan siswa menangis pilu tak terarah dan entah kemana, duka siswa yang ditinggalkan selalu diobati oleh oemar bakri sejati (honorer) sebagai wujud kesetiannya kepada bangsa dan negara.

Selayaknya oemar bakri sejati (honorer) yang selalu mengisi kekesongan ruang kelas diangkat tanpa syarat karena kesetiaan dan ketulusannya tidak lagi diragukan, bukankah menjadi seorang oemar bakri harus dengan panggilan jiwa bukan dengan  keterpaksaan atau hanya karena tertolak pada jurusan yang lain dan atau hanya mampu menyelesaikan soal-soal CPNS, namun tidak  manpu mengaplikasikan setulus oemar bakri sejati.

Menolak honorer usia 35 tahun adalah kedzaliman kolektif melalui arogansi dan ego, ia TUA karena lama mengabdi tanpa pengangkatan, akademik sedikit tertinggal karena tidak mendapatkan inservice  yang terprogram di daerahnya, Namun terbayar dengan Ketulusan dan keikhlasannya yang tiada tara, Ingat… Siswa yang Juara O2sn, atletik, dan asiangame adalah bagian dari kontribusi dari oemar bakri sejati (honorer).

Sudah sepantasnya negara menghadiahi mereka dengan kebijakan yang dapat mengobati tumpukan luka dihatinya,, mari bersama-sama berbuat baik untuk mereka, karena kita belum tentu lebih baik darinya.

Wassalam…

Semangat honorer

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here