Home Berita Terkini SEDIHNYA GURU HONORER JADI INSTRUKTUR NASIONAL

SEDIHNYA GURU HONORER JADI INSTRUKTUR NASIONAL

495
1

Oktoberta Tri Sulastri, guru di SDN Duri Utara 01 Pagi, Jakarta Barat, berstatus honorer K2 ini bertugas sebagai guru kelas sejak 16 tahun lalu. Ibu dari lima anak ini berangkat pergi ke sekolah sejak pagi buta dari rumah kontrakannya di daerah Kembangan Jakarta Barat dan baru pulang malam hari. Oktoberta saat ini mengajar di kelas V dengan tugas tambahan sebagai guru bimbingan belajar bagi murid-murid kelas VI yang akan menempuh ujian akhir. Walaupun status masih sebagai guru honorer, ibu Oktoberta karena mempunyai kelebihan, diberi tugas khusus dari pemerintah sebagai instruktur nasioanl dalam program Guru Pembelajar.

Pemerintah dalam rangka mensosialisasikan kurikulum 13, maka perlu tenaga tenaga terampil dan profesional untuk menyampaikan materi kurikulum tersebut. Orang-orang yang memberikan materi kurikulum 13 dikenal dengan Instruktur, karena instruktur ini mencakup secara nasional maka disebut Instruktur Nasional. Instruktur Nasional direkrut dari guru-guru seluruh indonesia yang mempunyai kelebihan lebih,baik di bidang pengetahuan, ketrampilan mengajar, dan paedagogis. Tugas Instruktur Nasional adalah memberikan pelatihan dan sosialisasi kurikulum kepada guru-guru seluruh Indonesia.

Pelaksanaan Kurikulum 13 salah satu programnya adalah Guru Pembelajar. Untuk melaksanakan program Guru Pembelajar, maka diperlukan Instruktur Nasional sebagai pengelola dan pelaksanaannya. Ada dua jenis instruktur Nasional (IN), yaitu, IN sebagai narasumber dan IN sebagai pengampu atau Mentor. Untuk menjadi instruktur Nasional, melalui seleksi guru-guru yang mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) dengan nilai antara 70 – 100. Guru yang nilai Uji Kompetensi tinggi akan dipanggil mewakili tiap kabupaten kota untuk mengikuti pelatihan bimbingan teknis di Pusat Pengembangan Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan( P4TK). Tugas pelatihan mereka antara lain membuat modul yang akan diberikan kepada peserta Guru Pembelajar di daerah-daerah.

Sebagai tambahan syarat untuk menjadi Instruktur Nasional Mentor adalah guru yang telah mengikuti UKG; mempunyai pengalaman di dalam kegiatan mendidik, mengajar, dan melatih pembelajar dewasa (pendekatan andragogi); memiliki kemampuan dasar Tehnologi Informatika dan Komunikasi (TIK) serta bersedia melaksanakan pembelajaran dengan kemauan dan komitmen yang tinggi. Tugas Instruktur Nasional Mentor adalah mempersiapkan dan mempelajari perangkat pelatihan sesuai moda; membelajarkan, melatih, membimbing, dan mengevaluasi peserta; serta melaporkan hasil ketercapaian belajar peserta.

Status guru honorer sekaligus menjadi Instruktur Nasional pengampu dalam program Guru Pembelajar, ibu Oktoberta mempunyai suka dan duka. Sukanya sebagai Instruktur pengampu tingkat Nasional dalam program Guru Pembelajar dapat bergaul dengan sesama guru dari sekolah lain baik dalam satu provinsi maupun di luar provinsi. Dukanya sering dalam satu program kegiatan peserta Guru Pembelajar yang terdiri dari guru dan kepala sekolah yang kebanyakan sudah PNS, para peserta sering menanyakan status kepegawaiannya. Ada yang menyangka Oktoberta Tri Lestari sebagai dosen dari perguruan tinggi, tidak jarang juga peserta yang menganggap Oktoberta sebagai Kepala Sekolah Negeri.

Apa status kepegawaian ibu Oktoberta?

Sebenarnya Oktoberta Tri Lestari sebagai guru honorer sudah dinyatakan lulus seleksi CPNS pada tes seleksi tahun 2013. Pengumuman kelulusan test CPNS yang diumumkan tahun 2014 oleh BKN atas nama Oktoberta Tri Lestari, namun sampai saat ini pemberkasan PNS nya belum selesai. Badan Kepegawaian Daerah Provinsi DKI tempat honorer tersebut bertugas belum dapat menyelesaikan pemberkasan peserta yang lulus test dengan berbagai alasan. Lima tahun Oktoberta Tri Lestari menjadi instruktur Nasional Pengampu/Mentor berjuang hanya meminta keadilan atas haknya sebagi CPNS yang sudah dinyatakan lulus seleksi. Sudah berapa lembaga yang diminta oleh guru honorer ini untuk meminta bantuan menyelesaikan permasalahannya, dari mulai Dinas Pendidikan,Gubernur, legislatif sampai ke Ombusman.

Sedihnya, dalam keputus asaan memperjuangkan haknya sebagai CPNS lulus seleksi, Oktoberta Tri Lestari dua tahun lalu dibebas tugaskan sebagai guru honorer oleh kepala sekolahnya tanpa alasan yang jelas. Lebih sedih lagi ada seorang pejabat yang mengatakan bahwa guru honorer itu rata-rata tidak berkualitas. Pemahaman pejabat tersebut memandang hanya karena guru-guru honorer banyak yang tidak lulus dalam seleksi CPNS. Mungkin pejabat tersebut belum tahu bahwa ada guru honorer yang menyandang Instruktur Nasional sebagai mentor, lulus seleksi CPNS tetapi nasibnya belum beruntung karena pemberkasan CPNSnya belum selesai. Sampai saat ini guru honorer yang berkualitas bernama Oktoberta Tri Lestari belum menjadi PNS.

Menuju keberhasilan perlu kerja keras dan kesabaran, begitu prinsip yang dipegang oleh ibu guru honorer ini dalam menjalani hidupnya. Oktoberta Tri Lestari sejak kecil sudah biasa hidup susah dan prihatin. Sejak kecil, ia diasuh oleh nenek tirinya karena kedua orang tuanya berpisah saat guru honorer ini masih berusia tiga tahun. Ibu Berta perempuan berhijab ini, begitu guru honorer tersebut dipanggil oleh teman-temannya sesama honorer yang hidup dalam kesusahan ini, mengharap bantuan kepada semua pihak untuk bisa keluar dari kesulitan hidup. Salah satu bantuan yang diharapkan adalah bagaimana status honorer dapat berubah menjadi PNS. Dengan berstatus PNS, diharapkan ibu Berta dapat meringankan kebutuhan hidupnya, karena pendapatan sebagai guru honorer hanya dibayar sesuai standar Upah Minimum Provinsi (UMP). Salah satu kebutuhan hidup yang berat bagi Ibu Berta adalah biaya kuliah anak keduanya yang saat ini duduk di semester terakhir di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta.

Didi Suprijadi/Ketua PB PGRI

1 COMMENT

  1. Saya Instriktur Nasional dlm program GURU PEMBELAJAR dan sudah BERSERTIFIKAT MALAH TIDAK PERNAH TERPAKAI atau TIDAK PERNAH DITUGASKAN.
    Padahal kami sudah bersiap siap dengan Tindak lanjut berlati, belajar dan terus belajar.
    SETELAH GANTI MENTERI DIKNAS, kami TIDAK PENAH DIPANGGIL LAGI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here