Home Berita Terkini Hidup Harus Bermanfaat

Hidup Harus Bermanfaat

287
0
Ayah Didi sedang berbincang dengan guru-guru yang terkabung dalam HIMPAUDI yang sedang melaksanakan Judicial Review beberapa waktu yang lalu.

Sebuah kisah di zaman Nabi Ibrahim, semasa Nabi Ibrahim dibakar oleh Raja Namrud dan kaumnya, ada seekor burung kecil terbang berulang kali bolak balik dengan mengisi air didalam paruhnya lalu menyiram ke atas api yang membakar Nabi Ibrahim. Tingkah lakunya diperhatikan oleh burung yang lebih besar ,yaitu seekor burung hantu, Burung Hantu bertanya kepada burung kecil itu, “buat apa kamu capai capai mengambil air berulang kali bolak balik, sedangkan api yang membakar Nabi Ibrahim takkan bisa padam dengan air yang kau siramkan itu.”

Lalu dijawab oleh burung kecil tersebut, “Memang ia tidak akan dapat memadamkan api tersebut, tetapi aku sudah ikut membantu untuk memadamkan api yang membakar Nabi Ibrahim” . Burung kecil lebih takut kepada Allah, takut ditanya Allah apa yang dilakukan untuk agama Allah saat melihat keburukan dimana Sang Nabi Ibrahim dibakar Raja Namrud. dan Allah tidak akan bertanya dan mempersoalkan apakah air yang disiramkan itu dapat memadamkan api atau tidak.

Dan janganlah kita menjadi seperti cicak, yang bertindak jahat dengan menjulur julurkan lidahnya untuk menghembus-hembus angin kepada api yang membakar Nabi Ibrahim dengan harapan api akan menjadi membesar lagi untuk terus membakar Nabi Ibrahim (walaupun sebenarnya hembusannya itu tidak akan membawa pengaruh terhadap api tersebut).

Mengambil inti sari cerita diatas ada hal hal yang bisa dapat disimpulkan,ada sekelompok orang walau kelihatan pekerjaan itu sia sia dan tidak masuk akal serta mungkin dikerjakan sangat berbeda dengan orang kebanyakan, tetapi bila yang dikerjakan itu mengandung niat dan mengandung kebenaran walaupun sebesar biji sawi, maka lakukan pekerjaan itu. Begitu juga sebaliknya kalau pekerjaan itu terlihatnya mengandung kebenaran tetapi dikandung maksud tidak baik, maka pekerjaan tersebut akan sia sia.

Faedah yang bisa diambil dari kisah burung dan cicak diatas adalah, Pertama, Berbuatlah walaupun kemampuan,kekuatan dan kesanggupan kita sangat lemah. Sekalipun perbuatan baik itu dilakukan sendirian, lakukanlah. Yang penting itu berbuat. Lebih baik berbuat walaupun salah dari pada tidak berbuat sama sekali. Kedua,Janganlah membiarkan kejahatan ada di sekitar kita,hindari dengan hal yang buruk dan tidak baik,selalu berusaha untuk memperbanyak kebaikan dan mengurangi keburukan.Ketiga Consisten, Jadilah orang yang teguh berpendirian,Tetap kemana titik keberpihakanmu dan arah tujuan hidup mu, hidup jangan mencla mencle,”sore dele sesuk tempe”. Hidup jangan ikut arus,tak punya pendirian, hanya ikan mati yang bisa ikut arus. Keempat, Comfident Jadilah orang yang percaya diri,apa yang kamu lakukan tidak usah kamu hiraukan orang lain, Jangan mengikuti karena banyaknya orang.Kelima , Consekwen. Jadilah orang yang konsekwen, perbuatanmu itu akan ada ganjaran dan pahalanya, Ketahuilah bahwa Allah akan meminta pertanggung jawaban atas apa yang telah kau perbuat di dunia.

HIDUP HANYA SEKALI,LALU MATI MAKA HARUS BERARTI
DIDI SUPRIJADI/ayahhomorer

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here