Home Berita Terkini Berebut Bayi dan Organisasi

Berebut Bayi dan Organisasi

177
0
Ayah Didi

Al Kisah zaman Nabi Daud as terjadi suatu pertengkaran antara dua orang ibu yang memperebutkan seoran bayi mungil. Satu ibu usia nya lebih tua dari ibu satunya lagi yang sedang berebut bayi. Pertengkaran kedua ibu ini berlarut larut hingga dibawa kedepan raja Nabi Daud . Ibu yang tua ngotot bahwa bayi itu anaknya, ibu yang muda pun tidak kalah ngotot nya yang mengatakan bahwa bayi itu anaknya. Dalam kebimbangan untuk memutus siapa ibu bayi yang sebenarnya datanglah anak Nabi Daud yaitu Nabi Sulaiman as.

Nabi Sulaiman melihat pertengkaran kedua ibu memperebutkan bayi akhirnya ikut campur untuk menyelesaikan pertengkaran tersebut. Di letakannya bayi itu di atas meja, lalu Nabi Sulaiman mencabut pedangnya dan dihunuskan kepada bayi, dengan maksud untuk membelah bayi tersebut menjadi dua bagian. Melihat Nabi Sulaiman menghunus pedang akan membelah bayi maka Ibu yang lebih tua dengan semangat dan berteriak berkata “ bayi itu dibelah saja biar adil “

Sedangkan ibu yang muda menangis histeris sambil berkata “Serahkan anak ini pada dia…iya..dia ibunya…serahkan…serahkan anak ini pada dia…serahkan.” kemudian apa yang terjadi? Nabi Sulaiman as tersenyum melihat ayahnya, Nabi Daud as pun ikut tersenyum dan Nabi Daud as berkata “terimakasih wahai anakku. Wahai ibu muda, anak ini kuserahkan kepada engkau. Engkaulah ibu yang sesungguhnya.”

Pelajaran dari kisah ini seorang ibu memiliki kasih sayang yang tanpa batas terhadap anaknya, seorang ibu yang bagaimanapun keadaannya tidak ingin melihat anaknya terluka ia mengedepankan kasih sayang. Biarkan anak itu diasuh oleh orang lain asalkan anak itu dalam keadaan selamat, bahagia. Itulah pengorbanan dari seorang ibu dan kisah yang arif bijaksana dari seorang Nabi Sulaiman as.

Kisah pertengkaran perebutan bayi bisa juga akan terjadi dalam pertengkaran perebutan pada masalah lain yang ada di masyarakat, bisa dalam keluarga, bisa di tempat kerja,maupun di organisasi. Bila dalam suatu organisasi terjadi pertengkaran antara kedua orang yang saling bersitegang untuk memperebutkan sesuatu dan keduanya saling tidak ada yang mengalah,maka bisa jadi pertengkaran itu hingga dibawa kepengadilan seperti kejadian perebutan bayi diatas.

Mengambil kisah pertengkaran perebutan bayi bila diterapkan pada organisasi, maka yang mengalahlah yang menjadi pemenang,yang mengalah karena mempunyai rasa cinta terhadap organisasi,yang mengalahlah orang yang sayang terhadap organisasi. Bisa jadi kisah ibu tua yang setuju dengan membelah bayi menjadi dua adalah ibu yang bukan melahirkan bayi itu, begitu juga bila didalam suatu organisasi ada orang orang yang ngotot untuk tidak saling mengalah bisa jadi orang semacam itu orang orang yang tidak merasa melahirkan. memiliki , merawat dan menyayangi organisasi tersebut.

Seandainya dalam kisah perebutan bayi itu tidak ada yang mengalah, maka apa jadinya dengan nasib bayi itu, tentu bayi itu akan dibelah menjadi dua,lenyaplah nasib masa depan bayi itu. Begitu juga bila dalam satu organisasi ada pengurus yang bertengkar dan tidak ada satupun yang mengalah, bisa jadi nasib organisasi tersebut juga akan sama dengan nasib bayi yang akan dibelah.

Bila ada diantara dua orang yang bertengkar didalam satu organisasi apapun akar masalah awal pertengkarannya maka apapun akhir dari pertengkaran itu tidak akan menjadikan organisasi lebih baik, pepatah mengatakan menang jadi arang,kalah akan jadi abu. Artinya pertengkaran dalam satu organisasi tidak ada yang diuntungkan.

Jakarta,1 Februari 2019
DIDI SUPRIJADI/Ketua MN KSPI
Caleg DPR RI Dapil l DKI Jakarta Timur,GERINDRA nomor urut 4

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here