Home Berita Terkini PGRI sebagai organisasi perjuangan

PGRI sebagai organisasi perjuangan

516
0
Foto : Feristiyawan

PGRI sebagai organisasi perjuangan adalah bagaimana memperjuangakan kemerdekaan ,mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kemerdekaan Republik Indonesia sudah di proklamasikan tanggal 17 Agustus 1945. Tugas PGRI sesuai jatidirinya sebagai organisasi profesi,ketenaga kerjaan dan perjuangan adalah mempertahankan dan mengisi kemerdekaan itu.

Sering kali salah kaprah bagi anggaota PGRI yang menyebutkan kalau organisasi ini telah melaksanakan jati diri perjuangan,memperjuangkan sertifikasi,memperjuangkan gaji dan kesejahteraan anggota, kegiatan itu benar, tetapi bukan ada dalam ranah jati diri perjuangan. Itu semua yang menyangkut kesejahteraan adalah kegiatan ranah jati diri ketenaga kerjaan.

Perjuangan PGRI adalah bagaimana mengisi kemerdekaan ini dengan ikut partisipasi dalam pembangunan. Salah satunya mengisi pembangunan yang berhubungan dengan PGRI adalah dunia pendidikan dan dunia anak. Keberhasilan pembangunan bidang Pendidikan dalam dunia anak anak adalah seberapa besar jumlah pekerja anak di Indonesia. Hal ini di karenakan apa bila angka pekerja anak tinggi itu menandakan bahwa program wajib belajar kurang berhasil.

Pekerja anak adalah anak anak yang berusia 15 – 17 tahun ada dalam lingkungan dunia bekerja, anak anak yang melakukan pekerjaan secara rutin untuk orang tuanya,untuk orang lain atau untuk dirinya sendiri yang membutuhkan sejumlah besar waktu , dengan menerima imbalan atau tidak. Sedangkan batasan usia anak menurut ILO adalah 18 tahun, sedangkan undang undang ketenaga kerjaan menyebutkan yang disebut anak adalah yang berusia 15 tahun. BPS menyebutkan pekerja anak adalah usia 10 – 14 tahun.

Dunia Golabal telah bersepakat untuk Tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) pada tujuan 8.7, yaitu mengambil tindakan segera pada bentuk bentuk pekerjaan terburuk Anak (BPTA) pada tahun 2025 untuk mengakhiri pekerja anak pada semua bentuk. Sedangkan Pemerintah berkomitmen untuk menuju Indonesia bebas pekerja anak tahun 2022.

Data survey Ketenaga kerjaan Nasional ( Sakernas)-BPS 2014 mengungkapkan bahwa 2,094 juta anak pada usia 15 – 17 tahun ditemukan bekerja. Data ini belum mencakup anak anak umur dibawah usia 15 tahun dan anak yang berada pada bentuk bentuk pekerjaan terburuk (BPTA).

Banyak faktor penyebab adanya pekerja anak, selain faktor ekonomi faktor pendidikan juga  ikut berperan timbulnya pekerja anak. Sekolah yang tidak ramah anak, sekolah yang tidak menyenagkan adalah salah satu penyebab anak keluar dari dunia pendidikan dan melakukan kegiatan dengan bekerja.

Penentu sekolah yang menyenangkan adalah ditentukan oleh Guru dan kepala sekolah. Guru dan kepala sekolah  kemungkinan besar adalah anggaota organisasi guru PGRI.

Dalam penanggulangan pekerja anak, pendidikan direkomendasikan sebagai jalan terbaik dalam melakukan intervensi pada pekerja anak. Pendidikan dirancang untuk menerima kembali anak yang putus sekolah dan telah memasuki lapangan pekerjaan,dengan memfasilitasi pembelajaran yang menyenangkan untuk meningkatkan kompetensi dan skill bagi anak didik. Dengan demikian diharapkan lembaga pendidikan mampu merubah situasi pekerja anak ke arah kehidupan yang lebih baik.

Menuju tahun 2022 program pemerintah dimana Indonesia akan terbebas dari pekerja anak, waktu kurang dari 4 tahun apakah masih bisa mengejar program tersebut?

PGRI sebagai organisai profesi sekaligus juga sebagai organisasi perjuangan tentunya sudah memprogramkan bagaimana mengimplementasikan guru sebagai profesi yang profesional untuk membuat pendidikan bermutu melalui sekolah yang ramah anak dan sekolah menyenangkan dengan pembelajaran zaman 4.0.

Melalui organisasi profesi dan organisasi perjuangan dengan guru yang profesional mempraktekan   pembelajaran zaman 4.0  diharapkan  membuat  daya tarik buat  anak anak tidak  keluar dari dunia pendidikan dunia sekolah. Dengan pembelajaran aktif ,kreatif dan menyenangkan diharapkan bisa menekan angka anak putus sekolah dan menekan angka pekerja anak.

Itulah jati diri PGRI sebagai organisasi perjuangan.

#ayahdidi.Harperhotel,16 Januari 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here