Home Berita Terkini KURIKULUM DAN GURU

KURIKULUM DAN GURU

425
0
sumber foto: Catur NO

Kurikulum 2013 telah direvisi dan menjadi kurikulum nasional yang mulai diberlakukan secara menyeluruh di tahun 2017. Dalam Kurikulum 2013, ada ruang eksplorasi yang besar bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran melalui pendekatan saintifik. Pendekatan Saintifik terdiri dari 5 M (Mengamati, Menanya, Mengumpulkan Informasi, Mengolah Informasi, dan Mengkomunikasi). Pendekatan saintifik ini bukanlah model atau metode, melainkan pengalaman belajar. Penggunaan metode inkuiri, pemecahan masalah, proyek, dan sosiodrama dalam pembelajaran dipandang jauh lebih efektif dalam mengembangkan proses berpikir kritis dan kreatif, dibandingkan penggunaan hanya satu-satunya metode ceramah satu arah dari guru ke peserta didik.

Kurikulum adalah sebuah benda mati. Maksudnya, bahwa kurikulum adalah sebuah dokumen benda mati yang “dihidupkan” oleh guru dan diimplementasikan di dalam proses pembelajaran. Jadi guru adalah “kurikulum yang hidup dan berjalan” yang sebenarnya. Apabila implementasi kurikulum dalam semua proses pembelajaran berjalan dengan baik dan benar, maka anggapan bahwa pergantian kurikulum hanyalah ganti dokumen akan hilang dengan sendirinya. Namun hal tersebut tidaklah semudah membalikkan tangan, karena pemerintah harus terlebih dahulu mempersiapkan infrastrukturnya sehingga terjadi peningkatan dan penguatan “teaching skills” guru dalam merancang pembelajaran dan melaksanakannya dengan baik di kelas. Dengan perbaikan sistem pembelajaran pada kurikulum 2013, diharapkan transfer values terjadi dan lebih diutamakan dibandingkan transfer of knowledge (terutama di jenjang pendidikan dasar). Andai saja semua guru mau bertindak mulai sekarang, tidak ada kata terlambat dalam memperbaiki proses pembelajaran sehingga lebih baik di masa mendatang. Sehingga dapat meningkatkan motivasi dan gairah peserta didik dalam mengikuti pembelajaran sehingga proses pembelajaran selalu menarik perhatian peserta didik serta tidak akan terkikis oleh perubahan zaman. Idealnya, peserta didik akan senang bila datang ke sekolah, dan selalu nyaman berada di dalamnya. Guru pun juga senang datang ke sekolah dan selalu bahagia bila berada di kelas, menjadi inspirator dan motivator yang baik bagi anak didiknya.

Untuk itulah diperlukan seorang guru yang mengajar tidak sekadar mengajarkan materi pelajaran, tapi lebih dari itu, yaitu dibutuhkan guru yang terus memiliki semangat untuk melakukan suatu perubahan, semangat untuk terus mengembangkan diri, dan turut serta aktif dalam membangun sebuah peradaban melalui karya. Guru mengajar dengan menggunakan segala keterampilannya, membuka wawasan dan pikirannya, dan menyentuh dengan hati sebagaimana ungkapan yang beredar di jaringan media sosial yang saya kutip sebagai berikut:

A teacher takes a hand, opens a mind, and touches a heart.

Bogor, 25 Maret 2016 (ditulis ulang dengan sedikit revisi pada 12 Oktober 2018)

Catur Nurrochman Oktavian

Guru SMP Negeri 1 Kemang Kabupaten Bogor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here