Home Berita Terkini SMA Negeri 95 Jakarta

SMA Negeri 95 Jakarta

171
0
Drs. Moch. Endang Supardi foto dengan peserta didik kelas XII SMA Negeri 95 Jakarta bersama wujudkan prestasi sebagai sebuah tradisi

Anda pernah mendengar nama William Henry Bill Gates III? Nama ini sudah tidak asing lagi di telinga kita, terutama dalam bidang komputer dan teknologi. Ya…ia adalah seorang tokoh bisnis, investor, filantropis, penulis asal Amerika Serikat, serta mantan CEO yang lahir di Seattle, Washington, 28 Oktober 1955. Ia pernah menjabat sebagai ketua Microsoft, perusahaan perangkat lunak yang ia dirikan bersama Paul Allen. Ia menduduki peringkat tetap di antara orang-orang terkaya di dunia dan menempati peringkat pertama sejak 1995 hingga 2009, tidak termasuk 2008 ketika ia turun ke peringkat tiga.

William Henry Bill Gates III atau yang sering disapa dengan panggilan Bill Gates atau Gates termasuk salah seorang pengusaha revolusi komputer pribadi terkenal di dunia. Meski demikian, taktik bisnisnya dikritik karena dianggap anti-kompetitif. Pada tahapan akhir kariernya, Gates melakukan beberapa usaha filantropi dengan menyumbangkan sejumlah besar dana ke berbagai organisasi amal dan program penelitian ilmiah melalui Bill & Melinda Gates Foundation yang didirikan tahun 2000.

Bill Gates dalam kariernya banyak menorehkan prestasi yang gemilang. Banyak prinsip yang ia pegang dalam menjalani kariernya dalam perusahaan, Di antara sekian banyak hal yang menjadi prinsipnya, salah satu dalam kata bijaknya menyebutkan, bahwa “Kami tidak pernah membuang-buang waktu membicarakan prestasi yang baik. Itu bukanlah tradisi kami. Setiap rapat adalah tentang ‘OK, kita menang dalam tujuh kategori, namun bagaimana dengan kategori yang kedelapan?”

Prestasi dan tradisi. Tampaknya dua kata ini tidak selalu beriringan dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun jika ditelisik lebih jauh, di dalamnya memiliki makna yang luar biasa. Bayangkan jika di dunia pendidikan senantiasa mengedepankan sebuah prestasi ke dalam sebuah tradisi atau menjadikan prestasi sebagai sebuah tradisi, maka sudah barang tentu hal ini akan menjadi kajian yang tidak dapat dipandang sebelah mata.

Kaitannya dengan hal tersebut, baru-baru ini salah satu sekolah menengah atas di provinsi DKI Jakarta melaksanakan acara pelepasan peserta didik kelas XII dengan sejumlah peserta didik yang memperoleh prestasi. Banyak peserta didik yang meraih nilai 100. Hal ini sepertinya sudah menjadi tradisi dalam setiap tahunnya. Ya, sekolah itu adalah SMA Negeri 95 Jakarta. Memperoleh nilai 100 pada mata ujian nasional sudah menjadi tradisi sekolah yang berlokasi di Jalan Satu Maret No.49, Pegadungan, Kalideres, RT.2/RW.4, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11830.

“Alhamdulillah…ada banyak peserta didik dari SMA Negeri 95 Jakarta yang memperoleh nilai 100 dalam mata pelajaran ujian nasional pada UNBK tahun ini. Saya sangat bangga. Yang membanggakan adalah prestasi ini tidak dihasilkan begitu saja. Banyak pihak yang terlibat di belakang prestasi peserta didik kami. Semua warga sekolah, mulai dari wakil kepala sekolah, staf, karyawan, guru, bahkan komite sekolah bahu-membahu memfasilitasi terpenuhi prestasi yang diraih ini. Satu hal yang selalu saya tanamkan  kepada peserta didik kami, bahwa sukses tidaklah selalu dimiliki oleh orang pandai, tapi sukses akan lebih dimiliki oleh orang yang gigih. Nah, dari sinilah, saya yakin, bahwa jika peserta didik saya pantang menyerah dan gigih dalam meraih apa yang mereka inginkan atau cita-citakan, kesuksesan itu akan dekat dan dapat diraihnya dengan gemilang. Satu lagi yang tak kalah pentingnya, saya berharap seluruh warga sekolah sepakat untuk menjadikan prestasi tinggi sebagai sebuah tradisi yang baik di SMA Negeri 95 Jakarta, ” tutur Moch Endang Supardi, M,Si, kepala sekolah yang bertangan dingin dalam mendampingi peserta didiknya untuk meraih prestasi terbaiknya.

Acara pelepasan yang berlangsung ini digelar sangat meriah. Banyak hal positif yang dapat diambil dari kegiatan tersebut. Tidak sedikit peserta didik yang melempar senyum mereka menandai rasa suka cita akan hasil yang mereka peroleh sebagai akhir dari perjuangan mereka semasa duduk di bangki SMA.

Akhirnya, selamat kepada pimpinan dan dewan guru SMA Negeri 95 Jakarta beserta warga sekolah lainnya, yang tahun ini telah berhasil mendidik dan membimbing peserta didiknya dalam meraih prestasi terbaiknya. Pendidikan adalah kunci utama dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul. Meskipun, kuantitas pendidikan sangat bergantung pada sarana dan prasarana, namun secara kualitas salah satu indikatornya dapat kita lihat dari nilai yang berhasil di capai. Setelah pelaksanaan UNBK dengan hasil yang dicapai setidaknya dapat dijadikan bahan untuk pimpinan dan dewan guru SMA Negeri 95 Jakarta beserta warga sekolah lainnya untuk melakukan inovasi-inovasi terbarunya, mengingat pendidikan adalah kemampuan dasar dalam bermasyarakat. Semoga ditahun-tahun mendatang SMA Negeri 95 Jakarta dapat meraih dan mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi terbaiknya dalam mencetak generasi bangsa yang mampu bersaing di era globalisasi saat ini. Aamiin ◙ Dedy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here