Home Berita Terkini Steriotipe Kisah Meminta Bantuan di Jagat Maya

Steriotipe Kisah Meminta Bantuan di Jagat Maya

174
0
Foto : Jurnal Sumatra

Berkali tamu tak dikenal singgah di e-mail penulis. Berkali sengaja diabaikan. Lucunya, pesan misterius itu mulai dari berbahasa Inggris hingga terakhir singgah 18 Juni 2018 ditulis dalam bahasa Indonesia diembeli salam religius. Tajuknya memohon bantuan kerja sama mencairkan dana yang terbilang menggiurkan. Penasaran e-mail terakhir, penulis tanggapi dengan meminta alamat si pengirim. Penulis berjanji akan menolong tanpa imbalan asalkan itu benar. Rupanya, ia membalas dengan mengirimkan kopi KTP di salah satu ibu kota provinsi di Sulawesi.

Ini mendorong impuls logika penulis, pasalnya semua kisah dari semua e-mail itu isinya klise alias steriotipe merayu pilu dengan imbalan/upah jasa. Anehnya lagi semua memohon agar penulis menyebutkan detail data pribadi.

Ada apa semua ini ? Ada skenario linguistik  yang rapi dari semua e-mail. Lucu, kisah pilu itu hanya berbeda nama pelakon dan jumlah dana serta pembuka e-mail. Siapapun walau tak paham lingusitik pasti sulit memercayainya. Sekadar melepas lelah plus mencairkan persoalan keseharian dan bersiap menerima pesan serupa, simaklah isi e-mail ini, silakan temukan kejanggalannya !

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Saya minta maaf memilih media sosial ini untuk menghubungi anda. Ini karena menurut saya lebih cepat dan lebih nyaman untuk berkomunikasi dengan anda. Baiklah,saya tahu anda pasti terkejut mendapat pesan dari saya karena kita tidak saling mengenal satu dan lainnya,tapi saya berusaha memberanikan diri untuk menghubungi anda. Saya melihat profil anda dan hati saya merasa yakin anda bisa dipercaya untuk bekerja sama membantuku dalam transaksi ini.

Karena atas nama Tuhan saya memang sedang mencari orang yang bisa saya percaya untuk membantu menerima dana saya begitu tiba di Indonesia. Nama saya Silvony Lakudju, aku berasal dari Indonesia, tapi sampai dengan saat kita berkomunikasi ini aku tinggal di Inggris. Aku menikah dengan seorang pria warga negara Amerika dan tinggal di Inggris. Kami dikaruniai seorang anak perempuan. Dan sekarang suamiku sudah meninggal karena kecelakaan udara di Brazil pada 7 Pebruari 2009.

Ayahku seorang warga negara Indonesia, tapi beliau hidup di Singapura dan bekerja sebagai seorang PNS. Beliau menikah dengan seorang wanita warga negara Amerika dan mempunyai seorang anak perempuan, yaitu aku. Aku anak tunggal dari pernikahan kedua orang tuaku,sebelum mereka bercerai dan kemudian ibuku berencana pulang kembali ke Amerika dengan membawaku serta bersamanya.Tapi, ayahku tidak mengizinkan ibuku untuk membawaku ke Amerika. Jadi, setelah ibuku pulang kembali ke Amerika, aku hanya tinggal bersama ayahku. Beberapa tahun kemudian ayahku pensiun dan kami kembali pulang ke Indonesia, aku tinggal di Indonesia sampai aku dewasa.

Beberapa tahun setelah tinggal di Indonesia, ayah meninggal dunia karena bertengkar tentang suatu masalah harta dengan adik lelakinya. Setelah kematian ayah, hidupku menjadi tidak nyaman karena pamanku menolak untuk mengurus hidupku. Jadi,aku memutuskan untuk kembali ke Singapura serta mencari pekerjaan. Kemudian aku bertemu dengan suamiku yang warga negara Amerika,yang pada saat itu perusahaannya di Inggris mengirimkannya untuk bertugas ke Singapura. Setelah dia menyelesaikan tugasnya di Singapura, dia membawaku pulang ke Inggris dan di sana kami hidup bahagia sampai dengan kecelakaan pesawat udara itu membawaku jauh dari suamiku.

Setelah kematian almarhum suamiku, para kerabat suamiku seperti menjadi tulang di leherku karena mereka ingin mewarisi dan menguasai seluruh harta peninggalan suamiku termasuk uang hasilku bekerja selama bertahun tahun. Dan juga termasuk uang kompensasi dari perusahaan almarhum suamiku atas insiden kecelakaan tersebut. Karena tekanan itulah, aku memutuskan untuk memindahkan uang peninggalan tersebut,sejumlah $ 3.200,000 dalam konversi tiga juta dua ratus dollar $ ke negaraku Indonesia.

Jadi,  alasan seperti yang telah saya ceritakan itulah secara pribadi saya memohon bantuan anda untuk membantu saya menerima dana tersebut dan menyimpannya di Indonesia setelah saya memindahkannya dari Inggris.  Saya menawarkan 20%  dari total dana yang terkirim untuk segera anda ambil dan menyimpan yang 80%-nya untuk saya dan putri saya sampai dengan saya mengambilnya nanti. Saya menunggu jawaban anda secepatnya, atas permintaan saya ini. Dan apabila anda bisa dan mau membantu saya, mohon segera kirimkan data pribadi anda, antara lain: 1. nama lengkap, 2. Umur, 3. jenis kelamin, 4. nomor telepon,  5. alamat lengkap, 6. Pekerjaan, 7. fotokopi tanda pengenal/KTP.

Karena hal ini akan saya sampaikan kepada pengacara saya untuk digunakan menyiapkan dokumen perjanjian yang dibutuhkan apabila kita bisa bekerja sama. Terima kasih. Tuhan memberkati anda. Wassalam, Silvony. Tolong jangan pernah menghancurkan hati yang membutuhkan bantuan. (gunawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here