Foto : cakrawalamedia.co.id

Sering kita mendengar perpustakaan sekolah tidak maksimal menjalankan tugas dan fungsinya. Tiga penyebab perpustakaan sekolah rendahnya kinerja perpustakaan adalah kegagalan sumber daya perpustakaan dalam memahami hakikat perpustakaan sebagai infrastruktur dalam menyediakan informasi dari sekolah selain pengelola perpustakaan sekolah tidak optimal dalam memberikan jasa layanan. Penyebab lain rendahnya kinerja perpustakaan sekolah adalah lemahnya pemeliharaan komunikasi antara perpustakaan sekolah dengan masyarakat pemakainya.

Keterbatasan sumber daya menyebabkan perpustakaan gagal meningkatkan kuantitas dan kualitas layanan. Padahal kuantitas dan kualitas layanan merupakan “produk” andalan dalam promosi perpustakaan. Keterbatasan sumber daya umumnya disebabkan minimnya anggaran pengembangan perpustakaan atau pihak pimpinan sekolah tidak menempatkan pengembangan perpustakaan sebagai prioritas program sekolah,  sehingga anggaran untuk perpustakaan sekolah sangat minim dan tidak menentu. Keterbatasan keterampilan dan pengetahuan dari sumber daya perpustakaan berakibat layanan perpustakaan tidak bisa dilaksanakan secara optimal. Perlu diketahui bahwa sikap,  keterampilan dan pengetahuan sumber daya perpustakaan dalam layanan berdampak terhadap persepsi dan sikap dan tindakan pengguna dalam merespon keberadaan perpustakaan sekolah.

Sebaliknya salah satu penunjang keberhasilan perpustakaan adalah fasilitas gedung,  baik ditinjau dari segi luas, tata ruang dan letak geografis. Pada beberapa sekolah seringkali perpustakaan menempati lokasi yang tidak strategis dan tidak representatif bahkan ada yang bergabung dengan ruang lain. Sehingga perpustakaan tidak memiliki daya tarik bagi siswa dan cenderung sebagai pelengkap sekolah.

Agar perpustakaan sekolah dapat menjalankan perannya dengan efektif diperlukan aktivitas promosi. Aktivitas promosi ini ditujukan untuk optimalisasi sumber daya perpustakaan. Promosi perpustakaan sekolah merupakan perwujudan dari fungsi informatif. Promosi perpustakaan memberikan reaksi aktual maupun potensial pengunjung perpustakaan. Reaksi tersebut dapat berbentuk kesadaran keberadaan perpustakaan sekolah sehingga dimanfaatkan.

Promosi perpustakaan sekolah lazim dilakukan dengan pengadaan berbagai fasilitas dan sumber daya sebagai unsur pendukung dalam memenuhi kebutuhan pengguna. Pengadaan fasilitas tersebut berupa bahan pustaka,  audio-visual, komputer dan otomasi perpustakaan. Berikut ini adalah kegiatan yang efektif dalam mempromosikan perpustakaan sekolah.

Buku Pedoman dan Brosur

Buku pedoman perpustakaan sekolah yang dimaksud berisi informasi tentang kegiatan perpustakaan,  jenis layanan,  prosedur,  koleksi,  peraturan dan lain-lain yang berkaitan dengan aktivitas perpustakaan. Buku pedoman perpustakaan biasanya merupakan salah satu bab dari buku pedoman sekolah yang bersangkutan,  yang diterbitkan setiap tahun ajaran baru yang dibagikan kepada setiap peserta didik. Penerbitan buku pedoman tersebut dimaksudkan agar semua siswa pada umumnya dan khususnya siswa baru mengetahui esensi dan eksistensi perpustakaan sehingga timbul minatnya untuk  berkunjung ke perpustakaan yang pada akhirnya diharapkan dapat memanfaatkan layanan perpustakaan.

Selain menyebar buku pedoman, promosi dan dilakukan dengan membagikan brosur yang berisi tentang kegiatan perpustakaan kekayaan yang ada didalamnya. Penyebaran brosur kepada pengguna dimaksudkan agar apa yang ada di perpustakaan sekolah diketahui oleh pengguna, sehingga dengan mengetahui keberadaan perpustakaan sekolah diharapkan akan timbul minat untuk memanfaatkan sumberdaya perpustakaan.

Penataan Ruang dan Kontak Perorangan

Penataan perpustakaan sekolah adalah upaya berkelanjutan merancang lingkungan dalam perpustakaan yang diperhitungkan sedemikian rupa sehingga menimbulkan dampak kognitif dan emosional kepada siswa. Penataan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepuasan pada memanfaatkan produk atau jasa perpustakaan. Penataan lingkungan perpustakaan dalam hal ini mencakup penataan interior dan eksterior,  termasuk di dalamnya fasilitas yang digunakan untuk menciptakan suasana yang kondusif sehingga pengguna yang datang ke perpustakaan merasa senang,  tenang dan nyaman. Untuk memberikan kegairahan sekaligus suasana yang segar,  pada jam tertentu dialunkan musik-musik lembut yang tidak mengganggu bahkan disukai oleh pengguna pada saat belajar di perpustakaan.

Promosi secara kontak perorangan dilakukan melalui pertemuan antara perpustakaan dengan pengguna. Promosi dengan kontak perorangan dapat diatur sedemikian rupa sehingga mendekati kebutuhan, minat dan pribadi pengguna. Efektivitas teknik promosi dipengaruhi oleh kontak perorangan dari mulut ke mulut untuk menyebarluaskan informasi mengenai produk dan jasa perpustakaan. Bahkan informasi dari mulut ke mulut lebih efektif dari pada pengiriman surat, brosur, pamflet dan sejenisnya.

Kontak perorangan sebagai salah satu teknik promosi yang dilaksanakan di perpustakaan sekolah adalah dalam bentuk ceramah mengenai pendidikan pengguna yang dilaksanakan pada tahun ajaran baru, melalui kegiatan orientasi pendidikan atau pengenalan sekolah yang menitik beratkan pada orientasi perpustakaan sekolah. Materi yang disampaikan berupa pengenalan mengenai tugas, fungsi dan peranan perpustakaan sekolah, peraturan,  jenis layanan, koleksi, fasilitas dan petugas perpustakaan dengan tujuan agar siswa memahami bagaimana  memanfaatkan perpustakaan.

Edukasi Pengguna Perpustakaan

Edukasi pengguna perpustakaan adalah kegiatan membimbing atau memberikan petunjuk kepada  pengguna dan calon pengguna agar mampu memanfaatkan sumberdaya yang ada di perpustakaan. Tujuan edukasi pengguna perpustakaan sekolah adalah pengguna yaitu siswa mampu memanfaatkan kemudahan dan sumberdaya perpustakaan secara mandiri, pengguna dapat menemukan informasi dalam subyek tertentu, meningkatkan pemanfaatan sumber daya dan layanan perpustakaan, mempromosikan layanan perpustakaan dan menyiapkan pengguna agar dapat mengantisipasi perkembangan IPTEK.

Kegiatan edukasi  pengguna perpustakaan sekolah biasanya  menggunakan dua pendekatan. Pertama orientasi perpustakaan sekolah, yaitu memperkenalkan perpustakaan secara umum kepada pengguna baru. Pendidikan ini meliputi wisata perpustakaan dan atau peragaan  dengan pustaka pandang dengar mengenai fasilitas dan layanan perpustakaan. Kedua pengajaran perpustakaan,  yaitu mendidik siswa agar dapat menggunakan sumber informasi yang tersedia di perpustakaan dan di tempat lain.

Rendahnya Pemahaman Perpustakaan

Hambatan dalam promosi perpustakaan sekolah bukan hanya dari pihak penyelenggara perpustakaan saja tetapi sebaliknya juga dari pihak pengguna perpustakaan. Meskipun untuk mendapatkan jasa layanan informasi tidak diperlukan banyak biaya bahkan ada yang tidak sama sekali,  tetapi minat dari pengguna dalam hal ini guru masih kurang. Ini bisa disebabkan salah satunya dari sistem pendidikan yang diterapkan,  apabila guru tidak pernah datang di perpustakaan sekolah dan tidak menganjurkan kepada peserta didik untuk menggunakan fasilitas yang disediakan perpustakaan, maka akibatnya peserta didik sepenuhnya akan bergantung pada materi yang diberikan oleh pendidik sehingga wawasan peserta didik sangat terbatas.

Dari kondisi tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat sekolah belum memandang secara benar tugas,  fungsi dan peranan perpustakaan sebagai pusat informasi yang menunjang proses pembelajaran. Oleh sebab itu agar program promosi bisa berhasil, menyadari fungsi perpustakaan dan koleksinya sebagai sarana komunikasi masyarakat, meyakinkan masyarakat bahwa sistem kepustakaannya terorganisir dan dana mencukupi, meyakinkan masyarakat bahwa petugas perpustakaan terdiri dari berbagai macam profesi yang terorganisir sebagai sebuah tim, melengkapi perpustakaan dengan gedung dan peralatan lain agar berguna bagi staf dan meyakinkan pengambil keputusan agar sadar terhadap kebutuhan dan tuntutan perpustakaan. Dua klien utama perpustakaan sekolah adalah penyandang dana (dalam hal ini kepala sekolah) dan pengguna jasa perpustakaan sekolah. Ini artinya kegiatan promosi yang dilaksanakan hendaknya ditujukan kepada kedua klien tersebut, disamping masyarakat diluar sekolah.

Pemahaman Hakikat Perpustakaan

Keberhasilan promosi perpustakaan sekolah adalah keyakinan kepala sekolah akan hakikat perpustakaan. Pengelola perpustakaan sekolah perlu meyakinkan pimpinan sekolah sebagai penyandang dana dan pengambil keputusan bahwa perpustakaan benar-benar merupakan pusat kegiatan akademis sehingga perlu mendapat dukungan moral dan dana yang memadai. Oleh sebab itu perpustakaan harus mampu mendemonstrasikan bahwa sumberdaya yang ada di perpustakaan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan secara efektif dan efisien dalam menunjang proses pembelajaran.

Dukungan moral dan dana dari pimpinan sekolah akan memberi peluang perpustakaan untuk membangun hubungan kerjasama dengan berbagai pihak baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah, mewujudkan program peningkatan kuantitas dan kualitas kekayaan perpustakaan dan merubah persepsi masyarakat pengguna untuk memandang secara benar tugas, fungsi serta peranan perpustakaan.

Pemahaman hakikat perpustakaan sebagai pusat informasi, perlu ditunjang dengan ketersediaan koleksi yang lengkap  dan sesuai kebutuhan kurikulum dan pengguna yang ditata sedemikian rupa sehingga memudahkan penelusuran, alat-alat bibliografis yang lengkap dan sistematis, penciptaan iklim suasana lingkungan perpustakaan yang kondusif dan ketersediaan petugas perpustakaan yang profesional. Promosi perpustakaan sebagai salah satu prioritas program perpustakaan akan menjadikan kegiatan tersebut mendapat perhatian khusus terutama dengan adanya dukungan dana, petugas dan fasilitas yang lain. Oleh karena itu program promosi perpustakaan harus dirancang terintegrasi dengan program sekolah secara umum.

Saptono Nugrohadi Guru SMA Negeri 3 Salatiga Jawa Tengah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here