Home Berita Terkini Dialog Publik Pendidikan Nasional dan Halal Bi halal PGRI dengan Wakil Presiden...

Dialog Publik Pendidikan Nasional dan Halal Bi halal PGRI dengan Wakil Presiden RI

108
0
Wapres Jusuf Kala hadir dalam kegiatan Dialog Publik Pendidikan Nasional dan Halal Bi halal PGRI

Sebagai bentuk kepedulian terhadap perkembangan kemajuan pendidikan nasional, PB.PGRI mengadakan dialog publik pendidikan nasional bertajuk “Cetak Biru Pengembangan Sumber Daya Manusia Indonesia dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0” dengan menghadirkan pembicara kunci, Wakil Presiden RI, Bapak H. Dr.(HC) Muhammad Jusuf Kalla. Acara dialog sekaligus Halal Bi Halal pengurus besar PGRI  berlangsung secara khidmat bertempat di Gedung Guru Indonesia, Jalan Tanah Abang 3, Jakarta Pusat (10/7-2018). Halal bi halal sekaligus dialog pendidikan dihadiri para pengurus PGRI provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia, para rektor, kepala sekolah PGRI, para pejabat dinas pendidikan, Kompas dan Telkom sebagai mitra PGRI.

Ketua Umum PB.PGRI dalam sambutannya mengatakan bahwa PGRI menghadirkan hal yang berbeda dalam halal bi halal kali ini yang dikemas dalam bentuk dialog pendidikan untuk membicarakan permasalahan-permasalahan bangsa di bidang pendidikan. Selain itu, tujuan dialog ini agar menambah wawasan dan mempererat silaturahim para guru dalam memperjuangkan kesejahteraan dan peningkatan kompetensi para guru. Diharapkan tradisi ilmiah PGRI ini dapat terus berlanjut di masa mendatang sebagai lokomotif perubahan bagi bangsa ini,  ujar ibu Unifah Rosyidi. Dalam kesempatan ini, Ketum PGRI juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para tokoh PGRI yang hadir di antaranya Prof. H.Mohamad Surya, mantan Ketua PGRI, dewan pakar PGRI, Prof.Dr. HAR Tilaar, Prof. Martaen dari Universitas Indonesia.

Menutup sambutannya, Ibu Unifah Rosyidi mengatakan bahwa selain memperjuangkan aspirasi para guru, diskusi publik kali ini adalah bentuk bakti PGRi kepada pemerintah dengan menyumbangkan pemikiran tentang road map pendidikan nasional Indonesia dalam mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia di era revolusi industri 4.0.

Pada sesi pertama diskusi, menampilkan pembicara Ibu Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan Republik Indonesia dimoderatori oleh Prof.Dr. Ace Suryadi. Topik yang dibahas mengenai Efektifitas Anggaran untuk Pendidikan yang Bermutu. Amanah konstitusi mengenai anggaran pendidikan sebesar 20% seyogianya diimbangi dengan peningkatan kualitas pendidikan itu sendiri. Setiap tahun anggaran pendidikan bertambah, tetapi parameter kualitas pendidikan Indonesia masih terbilang rendah. Rendahnya hasil berbagai tes PISA, masih menunjukkan penguasaan anak-anak Indonesia di bidang Sains, Matematika, dan literasi masih perlu ditingkatkan. Hal inilah yang perlu menjadi perhatian semua pihak termasuk PGRI. Menurut Bank Dunia, kualitas pendidikan ditentukan oleh mutu manajemen sekolah dan kualitas guru. Dua unsur itu sangat penting diperhatikan oleh setiap sekolah.

Sebagai pembicara kunci, Wakil Presiden Dr.(HC) H. Mohammad Jusuf Kalla berkenan hadir. Kehadirannya tepat 2 tahun 44 hari saat kunjungan wapres dalam dialog pendidikan tahun 2016 lalu. Jusuf Kalla mengapresiasi apa yang dilakukan PGRI selain memperjuangkan kesejahteraan guru juga berupaya meningkatkan kompetensinya. Menurutnya, tidak ada suatu bangsa di dunia ini yang tidak memperhatikan pendidikannya. Pendidikan berkaitan dengan teknologi, dan teknologi dapat meningkatkan produktifitas dan membuat nilai tambah. Nilai tambah inilah yang menjadikan pendapatan suatu bangsa tinggi dan berimbas kepada kualitas sumber daya manusianya. Pendidikan adalah kunci bagi kemajuan bangsa. (Catur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here