Home Berita Terkini Demam lagu Deen Salam dan pesan toleransi beragama

Demam lagu Deen Salam dan pesan toleransi beragama

120
0
DEEN ASSALAM - Cover by SABYAN

Oleh: Ahmad Sanusi

Ketika  saya berjalan di tempat- perbelanjaan baik kecil maupun besar saya sering mendengar lagu deen salam yang dinyanyikan oleh seorang perempuan muda, lagu ini sepertinya banyak digandrungi oleh pemuda-pemudi, bahkan katanya di Youtube dilihat oleh jutaan orang, karena memang lagunya enak serta liriknya yang Indah. Namun dari lirik yang Indah itu tidak semua orang mengerti artinya, karena memang liriknya menggunakan bahasa arab bahkan bahasa arabnya pun bukan bahasa arab fushah (bahasa arab yang dipelajari disekolah-sekolah atau madrasah di Indonesia) tetapi menggunakan bahasa ammiyah demikian sebagian orang menyebutnya.

Sebenarnya kalau diperhatikan satu persatu lagu ini menarik, dari judul lagu deen salam yang artinya agama yang damai, yang saya tangkap dari judul ini adalah agama sebagai agen perdamaian serta perdamaian itu dicerminkan pemeluknya dengan sikap toleran serta akhlak yang tinggi dan menentramkan, namun diakhir-akhir ini banyak orang yang mengaku sebagai orang beragama merasa dirinya paling benar serta menunjukan sikap tidak toleran terhadap orang yang berbeda paham dengannya bukan hanya itu bahkan ia mencela dan membully orang yang berbeda dengannya, padahal mencela adalah perbuatan yang dilarang dalam Islam karena mencela dan menghardik adalah perbuatan yang bukan Islami karena Islam adalah agama yang toleran cinta kasih dan rahmat bagi sekalian alam, وماارسلناك الا رحمة للعالمين

Sebagai salah satu contoh adalah di Indonesia  baru-baru ini ada kelompok yang mengaku atas nama Islam yang kerjanya hanya menyalahkan seakan-akan dialah yang paling benar, dalam kasus doa buka puasa di Tv-tv kita biasa mendengar doa اللهم لك صمت وبك امنت وعلي رزقك افطرت برحمتك يا ارحم الراحمين pada bulan puasa kemarin doa ini tidak ada diganti dengan doa lain, katanya doa itu tidak pernah diajarkan oleh nabi. sungguh hal ini sangat gegabah kelompok sebelah yang mengatakan demikian yaitu seakan semua doa itu harus dicontohkan Nabi dan kalau tidak dcontohkan nabi salah. kelompok ini menganggap bahwa apa yang tidak pernah dilakukan nabi adalah sesat dan tidak boleh diikuti. menurut saya hal yang demikian itu salah dengan alasan sebagai berikut:

Pertama : bahwa tidak semua yang tidak dilakukan dan tidak dicontohkan Nabi itu sesat dan bid’ah, karena banyak ibadah dan perbuatan yang tidak dicontohkan nabi tapi itu diakui kebenaran oleh kebanyakan orang muslim contohnya adalah Sholat Tarawih nabi SAW sholat tarawih di rumah, tapi kemudian kita umat Islam berbondong-bondong sholat tarawih di Masjid dan itu tidak salah bahkan Sahabat Umar berkata: ini adalah nikmat bid’ah, contoh kedua adalah sholat sunah ba’dal wudhu, Nabi setelah wudhu tidak pernah melakukan sholat sunnah, tetapi Bilal sahabat nabi melakukan sholat sunnah, ketika hal itu diadukan pada Nabi. nabi membenarkan Bilal, dan kemudian para ulama mensunahkan sholat sunah ba’dal wudhu. contoh ketiga adalah pengumpulan al Qu’an (جمع القران) al quran di masa nabi berserakan ada yang ditulis di pelepah kurma ada yang di tulis di tulang Unta, ada yang di batu, kemudian Sahabat Umar menggagas al Quran dikumpulkan menjadi satu Mushaf hal itu tidak seorang muslimpun yang melarang dan menganggap bahwa hal itu bid’ah, karena manfaat dibukukannya al quran adalah bagus dan sangat bermanfaat bagi umat Islam, padahal nabi tidak melakukan hal itu. lalu dari contoh-contoh di atas lalu anda akan mengatakan bahwa hal itu tidak dicontohkan oleh nabi lalu anda akan menulis al quran pada pelepah Kurma? tentu hal itu salah.

Kedua: tidak semua yang dicontohkan oleh Nabi boleh dilakukan oleh Umatnya. contohnya adalah Sholat Tahajud bagi Nabi hukumnya wajib tapi bagi umatnya tidak, poligami, Nabi memiliki sembilan isteri sedangkan Umatnya hanya di batasi empat isteri, Janda-janda nabi tidak boleh menikah lagi setelah ditinggal mati oleh nabi, tetapi janda-janda umatnya boleh menikah lagi setelah selesai masa iddahnya.

Maka dari sikap toleran adalah ruh dalam beragama, andaikan kita tidak toleran maka dunia ini menjadi sempit seperti yang dipesankan oleh lagu Deen Salam di atas.

Sikap toleran berbeda pendapat sudah dicontohkan oleh para Imam mazhdhab empat: bagaimana Imam Malik menghormati pendapat Imam Syafei muridnya, begitu Pula Imam Syafei sangat menghormati pendapat gurunya walaupun berbeda dengannnya. Imam Syafei berkata:

انا مصيب ويحتمل الخطا وانت مخطا ويحتمل الصواب

Saya benar tapi mungkin juga salah, kamu salah tapi mungkin benar. demikian toleransi Imam Syafei dengan pendapat yang berbeda dengannnya

Semoga di Indonesia akan tumbuh agama Islam yang damai dan toleran Amiin

Wallahu A’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here